Banjir Malang, Wali Kota Salahkan DAM UMM

Daviq Umar Al Faruq - 10 Desember 2018 21:42 wib
Sampah yang menyebabkan banjir di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 10 Desember 2018. (Foto: Humas Pemkot Malang).
Sampah yang menyebabkan banjir di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Jawa Timur, Senin, 10 Desember 2018. (Foto: Humas Pemkot Malang).

Malang: Sejumlah titik di Kota Malang, Jawa Timur mengalami banjir, Senin 20 Desember 2018. Bencana tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Malang selama kurang lebih satu jam sejak pukul 14.30 WIB.

Dalam unggahan di instagram pribadinya, Wali Kota Malang, Sutiaji mengucapkan permintaan maaf kepada warga Kota Malang yang terdampak banjir. Dia menjelaskan banjir tersebut disebabkan oleh dam di Universitas Negeri Malang (UMM).

"Mohon maaf kepada semua warga yang terkena dampak banjir hari ini. Setelah di cek di lapangan sementara didapat data bahwa penyebab banjir selain hujan lebat karena dam air di UMM yang semestinya ditutup oleh SDA ternyata terbuka. Sehingga membuat luapan air yang tidak mencukupi kapasitas sungai yang ada," kata Sutiaji di instagram story @sam.sutiaji.

Pantauan Medcom.id, banjir salah satunya menggenang di wilayah Jalan Soekarno-Hatta, tepatnya di Rumah Makan Ringin Asri. Banjir di lokasi tersebut diketahui setinggi dada orang dewasa.

"Selain itu irigasi yang tersumbat di wilayah Ringin Asri tersumbat oleh sampah bambu milik masyarakat yang terhanyut," lanjut Sutiaji.

"Saya sudah perintahkan kepada Dinas PU untuk koordinasi dengan SDA untuk menutup DAM yang ada di UMM dan besok pukul 09.00 bongkahan sampah akan segera dibersihkan," tambah Sutiaji.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Rektor UMM, Dr Fauzan MPd mengaku tidak mengetahui dam yang dimaksud oleh Wali Kota Malang tersebut. Sebab dia mengaku tidak pernah mendengar istilah dam UMM.

"Saya perlu cek dulu mas, dam yang dimaksud di mana. Karena selama ini istilah dam UMM kurang familier," katanya melalui pesan singkat.

Fauzan menambahkan di sekitaran kampusnya memang terdapat dam. Namun dia mengaku dam tersebut bukan milik UMM. "Ingat saya ada (DAM) di Sengkaling. Tapi itu bukan milik kami. Tepatnya di belakang Pemandian Sengkaling," pungkas Fauzan.


(DEN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BENCANA BANJIR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 18-01-2019