DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Sehari Menikmati Keagungan Gunung Bromo

Kuntoro Tayubi - 08 November 2018 20:19 wib
Menyaksikan keindahan alam dari Pananjakan 1 Bromo, Jawa Timur. Medcom.id /Kuntoro Tayubi
Menyaksikan keindahan alam dari Pananjakan 1 Bromo, Jawa Timur. Medcom.id /Kuntoro Tayubi

Probolinggo: Langit mendung menyelimuti perjalanan pulang ke kampung halaman. Rintik gerimis seolah memberi kabar musim hujan mulai tiba.

Entah apa yang terbayang menjelang Subuh di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN-BTS) Jawa Timur. Sekitar pukul 03.30 WIB, Kamis, 8 November 2018, rombongan media gathering Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal berjalan menyusuri Pananjakan 1 Gunung Bromo.

Suhu di bawah 16 derajat celcius. Aku mempererat balutan jaket, sal, penutup kepala dan kaos tangan agar badan tetap hangat.

Dinginnya pagi semakin terasa menusuk tulang saat menyentuh air wudu saat akan salat berjamaah. Tak apalah demi menjemput indahnya matahari terbit dari ketinggian 2.770 meter di atas permukaan laut.

Sinar surya menembus barisan pegunungan. Aku bisa melihat kemegahan gunung-gunung yang menjulang. Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Widodaren, dan Gunung Semeru tampak di kejauhan. Diri terasa kecil di hadapan karya agung Tuhan.

Momen yang tidak setiap saat bisa didapatkan langsung kuabadikan. Beberapa sudut kosong diupayakan agar pemandangan indah ini dapat terlihat. Meski pun harus berbagi dengan pengunjung lain.


Menyaksikan keindahan matahari terbit di Pananjakan 1 Bromo, Jawa Timur. Medcom.id /Kuntoro Tayubi


Wajar. Penanjakan 1 Gunung Bromo tujuan utama dari setiap pengunjung yang ikut tur wisata ke Gunung Bromo. Selain wisatawan domestik, banyak terlihat wisatawan mancanegara.

Perjalanan mereka menembus malam pekat dengan jip di tengah dingin malam yang menyengat terbayar lunas keindahan selendang cahaya mentari.

Dapat diakses dari tiga jalur

Pemandu tur, Susi, menyebut jip menjadi salah satu transportasi utama menuju Pananjakan 1. Ada berbagai rute dari berbagai arah yang bisa ditempuh, via Pasuruan lewat Tosari dan Purwodadi.

"Salah satu Jalur ke puncak Penanjakan 1 gunung bromo ini cukup banyak dilalui pengunjung. Terutama, apabila menginap di hotel yang ada di sekitar kota Pasuruan," katanya.

Jalur ke 2 adalah lewat Desa Tumoang, namun tidak banyak pengunjung yang menggunakan jalur ini. Akses yang kurang mendukung salah satu faktor utamanya.

Jalur ke-3 adalah yang paling banyak diminati yaitu lewat kota Probolinggo, yang juga melewati Desa Cemoro Lawang. Aksesnya paling mudah. Pengunjung juga dapat melihat pemandangan lereng Gunung Bromo.

Jalur lewat kota Probolinggo adalah jalur utama karena banyak hotel, homestay, penginapan, dan vila untuk menginap.

"Penanjakan 1 Bromo sendiri merupakan view point utama di kawasan wisata gunung Bromo," kata Susi.

Berhadapan langsung Gunung Bromo, Batok, Kursi dilatarbelakangi keagungan Gunung Semeru. Hamparan lautan pasir tertutup kabut mempercantik sinar mentari pagi.

Menuju kawah

Setelah matahari merangkak naik, aku dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan. Tujuh jip yang mengantar kami sudah menunggu di parkir Pananjakan 1.

Perjalanan berlanjut ke puncak Gunung Bromo. Waktu menunjukkan pukul 07.15 WIB saat kami tiba di kaki puncak kawah Gunung Bromo. Di sini kami disambut barisan jasa sewa kuda di lautan pasir Gunung Bromo. Mereka sudah siap mengantar perjalanan ke puncak kawah.

Lautan pasir seluas 5.920 hektare membentang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok , Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan. Kawasan di ketinggian 2.100 meter di atas permukaan laut tersebut merupakan salah satu tempat wisata wajib.

Jasa antar dengan kuda ke puncak kawah Bromo terbilang murah, cukup dengan merogoh kocek Rp125 ribu. Perjalanan sepanjang dua kilometer dari parkir jip tak terasa.


Jasa sewa kuda di lautan pasir Gunung Bromo, Jawa Timur. Medcom.id /Kuntoro Tayubi

Kuda hanya bisa mengantar sampai ke tangga menuju puncak kawah. Kami harus meniti sekitar 250 anak tangga untuk sampai di kawah.

Aku harus berdecak kagum. Mata ini terpuaskan keindahan padang pasir yang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Semeru, dan Gunung Batok. Aku juga dapat melihat kawah Bromo dengan jarak yang sangat dekat.

Ketinggian‎ gunung Bromo mencapai 2.329 meter di atas permukaan laut. Gunung Bromo juga merupakan salah satu gunung berapi aktif. Letusan Gunung Bromo terakhir pada 2015.

Gunung Bromo berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang.

"Semua perjalanan yang melelahkan terasa terbayar sudah. Setelah melihat matahari terbit di puncak gunung Pananjakan dan mengeksplore indahnya puncak Gunung Bromo," kata Imam Suripto, salah satu peserta media gathering asal Brebes, Jawa Tengah.


Kawah Gunung Bromo, Jawa Timur. Medcom.id /Kuntoro Tayubi


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PARIWISATA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 19-11-2018