Kanwil DJP Jatim Dirikan Tax Center di Sumenep

Rahmatullah - 12 Oktober 2017 20:43 wib
Penandatanganan MoU tax center di Sumenep. Foto: MTVN/ Rahmatullah
Penandatanganan MoU tax center di Sumenep. Foto: MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jatim II mendirikan tax center kampus Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Kamis 12 Oktober 2017. Tax center ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pajak.

"Kita ingin memberikan kesadaran perpajakan sejak usia dini, dan terpenting untuk mahasiswa. Kenapa mahasiswa? Karena mereka akan menjadi insan pembayar pajak,” kata Kepala Kanwil DJP Jatim II, Neilmaldrin Noor, usai meresmikan tax center di Sumenep.

Kesadaran pajak tinggi akan membuat negara semakin kokoh. Karena pajak yang dibayar pasti digunakan untuk pembangunan di berbagai bidang.

Noor menyebut total wajib pajak peribadi di Jawa Timur yang terdaftar sebanyak 1,6 juta jiwa. Untuk pribadi yang berprofesi sebagai karyawan, tingkat kepatuhannya sudah mencapai 90 persen. Tapi untuk non karyawan, tingkat kepatuhannya masih 53 persen dari jumlah total yang terdaftar.

Hal ini disebabkan karena masih belum meratanya tingkat kesadaran pajak, sengaja bersembunyi, tidak mau bayar pajak dan jauh dari kantor pembayaran pajak.

Kepatuhan pajak warga Sumenep dapat dikatakan cukup baik. Hal ini bisa terjadi karena telah ada kantor pajak di wilayah timur Pulau Madura ini. Masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk bayar pajak. Apalagi, pelaporan pajak juga bisa dilakukan secara online.
 
"Kita juga sudah mendirikan tax center, sehingga kita bisa memberikan informasi seputar pajak yang update kepada masyarakat,” ujar Noor.

Kanwil Pajak Jatim menargetkan pendapatan pajak tahun ini sebesar Rp19,07 triliun. Target tersebut sudah tercapai 64 persen.
 
Sementara itu Rektor Unija Sumenep, Alwiyah, berharap mahasiswanya tidak hanya sekadar sadar pajak. Dia juga berharap mahasiswa bisa menjadi agen informasi dan konsultan pajak bagi masyarakat. Mahasiswa dapat menjadi mitra kantor pajak untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat.

“Kita juga nanti akan  punya materi perpajakan. Kemungkinan dosennya nanti praktisi pajak dari kantor pajak,” ujar Alwiyah.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PAJAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017