DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mahasiswa Surabaya Tewas Terseret Ombak di Pantai Ungapan

Daviq Umar Al Faruq - 06 Maret 2018 19:11 wib
Jenazah korban terseret ombak di Pantai Ungapan saat dilarikan ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Selasa 6 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Jenazah korban terseret ombak di Pantai Ungapan saat dilarikan ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), Selasa 6 Maret 2018. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Malang: Seorang mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Rachmad Fauzy, 26, ditemukan tewas usai berenang di Pantai Ungapan, Kabupaten Malang, Selasa, 6 Maret 2018. Sebelum meninggal dunia, warga Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, ini sempat terseret ombak selama 20 menit.

Kasat Polair Polres Malang AKP Dwiko Gunawan mengatakan korban bersama tujuh temannya tengah bermain di Pantai Ungapan saat musibah terjadi. "Tujuannya berlibur dan rekreasi. Sebelum kejadian korban dan teman temannya seempat foto selfie di air pinggir pantai," kata dia saat ditemui di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

Korban bersama teman-temannya berangkat pukul 00.00 WIB dari Surabaya. Sebelum menuju Pantai Ungapan, mereka sempat salat Subuh di Masjid Agung Alun-Alun Kota Batu.

Sesampainya di lokasi, korban bersama teman-temannya berfoto selfie di bawah air selama 30 menit. Lalu pukul 08.30 WIB, korban kemudian berenang bersama dua temannya, Ryan dan Roni. "Lalu tiba-tiba dari arah laut datang gelombang yang cukup kuat sehingga korban dan kedua temannya terseret," lanjut Dwiko.

Saat terseret ombak, teman korban, Ryan sempat menarik tangan korban. Genggaman terlepas dan korban hanyut ke tengah laut karena kuatnya ombak.

"Setelah dilakukan pencarian selama 20 menit, korban ditemukan kurang lebih 100 meter dari lokasi awal korban terseret arus," jelas Dwiko.

Usai ditemukan, korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Sitiarjo dengan menggunakan kendaraan teman-temannya. Namun, korban telah dinyatakan meninggal dunia saat tiba di puskesmas.

"Menurut laporan, di puskesmas terdekat petugas sedang ada tugas menangani pasien lain, sehingga korban dilarikan Puskesmas Sitiarjo," bebernya.

Selanjutnya, korban kemudian dibawa ke RSSA untuk penanganan lebih lanjut. Dwiko mengaku pihak keluarga korban keberatan apabila korban dilakukan autopsi.



 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORBAN TENGGELAM
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018