DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 46.708.723.881 (21 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Atlet Paralayang Jatuh dari Ketinggian 100 Meter

Daviq Umar Al Faruq - 12 Juni 2018 14:17 wib
Ilustrasi suasana wisata paralayang Gunung Banyak, Kota Batu, Jawa Timur
Ilustrasi suasana wisata paralayang Gunung Banyak, Kota Batu, Jawa Timur

Batu: Seorang atlet paralayang junior, Cherly Aurelia, 20, tewas saat terbang di Gunung Banyak, Kota Batu, Jawa Timur, Selasa, 12 Juni 2018 sekitar pukul 08.30 WIB. Warga Jatigedong, Ploso, Kabupaten Jombang ini tewas usai terjatuh dari ketinggian 100 meter.

Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Anton Widodo mengatakan korban merupakan salah satu rombongan atlet paralayang junior dari Kabupaten Jombang. Rombongan tersebut berlatih di Gunung Banyak, Kota Batu sejak Sabtu, 9 Juni 2018.

"Rombongan kurang lebih ada 10 atlet. Memang dia (korban) sudah punya lisensi terbang paralayang atlet junior. Tujuan mereka ke Kota Batu memang untuk berlatih," katanya saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu.

Anton mengaku penyebab kecelakaan latihan ini diduga karena angin kencang yang membuat parasut korban tertutup. Akibatnya, korban terjatuh dari ketinggian sekitar 100-150 meter di bukit sekitar areal landing Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu.

"Dari informasi yang kita himpun di lapangan, korban parasutnya sudah mengembang. Namun karena hembusan angin yang agak kencang sehingga membuat parasut ini colaps menutup dan membuat korban ini jatuh," bebernya.

Menurut identifikasi awal, korban mengalami luka pada bagian dada dan tulang belakang. Sementara ini, pihak kepolisian masih melakukan olah TKP dan mendalami penyebab kecelakaan ini, apakah murni karena faktor alam atau faktor teknis.

"Terkait dengan kelalaian dari korban sendiri atau instruktur masih akan kita selidiki lebih lanjut. Sebab bila berlatih, memang harus ada pengawas yang berlisensi lebih tinggi. Kalau force majour memang orang tidak bisa memperkirakan," pungkasnya.

Jenazah korban saat ini tengah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu. Pihak rumah sakit kini masih menunggu kedatangan keluarga korban untuk persetujuan proses otopsi.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OLAHRAGA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 22-10-2018