DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Melasti di Jember Diikuti Umat Hindu dari 12 Pura

- 14 Maret 2018 16:38 wib
 Umat Hindu berjalan menuju tempat berlangsungnya upacara Melasti di Pantai Arafuru, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/3). (ANT/Zabur Karuru)
Umat Hindu berjalan menuju tempat berlangsungnya upacara Melasti di Pantai Arafuru, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/3). (ANT/Zabur Karuru)

Jember: Ratusan umat Hindu dari berbagai kabupaten di kawasan Tapal Kuda seperti Jember, Lumajang, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi, menggelar upacara Melasti di Pantai Paseban, Kabupaten Jember, pada Rabu, 14 Maret 2018, untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saks 1940, pada Sabtu, 17 Maret 2018. 

Melasti di Jember diikuti umat Hindu dari 12 pura yang tersebar di Kabupaten Jember dan dua pura dari Kabupaten Bondowoso dan Situbondo. "Kami semua umat Hindu yang melakukan prosesi Melasti di Pantai Paseban mengambil tema 'Jadikan Catur Brata Penyepian Memperkuat Toleransi Kebhinnekaan Berbangsa dan Bernegara demi Keutuhan NKRI'," kata Ketua Panitia Prosesi Upacara Melasti Wahyu Widodo di Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

Menurutnya, tema tersebut diharapkan dapat memperkuat toleransi berbangsa dan bernegara demi keutuhan NKRI, sehingga ke depan semakin nyata kebinekaan antarsesama umat beragama.

"Dalam upacara Melasti, umat Hindu berharap NKRI tetap utuh dan terjaga dengan baik, apalagi saat ini adanya isu yang mengarah pada perpecahan umat beragama," tuturnya.

Ia berharap umat Hindu yang menggelar Melasti mendapatkan berkah dan dijauhkan dari segala malapetaka bencana, serta keutuhan NKRI dapat terjaga dengan baik.

Selain prosesi Melasti, panitia juga melakukan rangkaian kegiatan upacara Catur Brata penyepian. Selanjutnya digelar pawai ogoh ogoh yang dilakukan pada Jumat, 16 Maret 2018, malam. Setelah itu umat Hindu melakukan Apati Geni, Apati Lelalungan, dan Apati karya.

Sebelum proses pelarungan jolen (wadah berisi hasil bumi), umat Hindu dari berbagai daerah tersebut melakukan berbagai prosesi upacara keagamaan seperti ucap syukur dan juga lakukan doa-doa sakral dalam kegiatan tersebut.

"Ketika jolen dilepas ke laut akan dibuat rebutan warga ataupun umat Hindu sendiri seperti buah-buahan dan juga berbagai jenis ugo rampe usai dilakukan doa-doa keagamaan," ujarnya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HARI RAYA NYEPI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 12-12-2018