DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

KPK Mengaku Terima Aduan Politik Uang di Pilkada 2018

Amaluddin - 07 Maret 2018 18:20 wib
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: MI
Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: MI

Surabaya: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M. Syarif mengingatkan peserta Pilkada 2018 menghindari politik uang (money politics). Sebab, komisi antirasuah menerima laporan dari masyarakat soal sejumlah permainan uang di pesta demokrasi tahun ini.

"Pak Ketua KPK (Agus Rahardjo) menerima laporan dan pengaduan masyarakat soal money politics dari beberapa peserta pemilu. Karena itu, kami imbau peserta pemilu hindari tindakan politik uang," kata Laode, di Surabaya, Rabu, 7 Maret 2018.

Laode enggan mengungkap calon kepala daerah maupun wilayah di Jawa Timur yang diadukan. Terkait aduan itu, kata Laode, KPK telah bekerjasama dengan kejaksaan dan Polri untuk mengawasi potensi korupsi.

"Baru kemarin kami menandatangani MoU dengan Kejaksaan dan Polri di Ancol (Jakarta)," kata Laode.

MoU tersebut salah satunya membahas calon kepala daerah yang masih menjabat (petahana) dan berpotensi menggunakan anggaran daerah untuk kepentingan kampanye. Penegak hukum juga memantau penyelenggara.

"Seperti kemarin polisi menangkap KPU dan Bawaslu di Garut. Itu yang akan diawasi. Jadi bukan cuma para kandidat, tapi juga penyelenggaranya," kata Laode.

Dia Pilkada Serentak 2018 ini terpilih pemimpin yang berintegritas dan jauh dari korupsi.
 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 24-09-2018