DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kehidupan DR Berubah Drastis Begitu Dinikahi Abdullah

Syaikhul Hadi - 06 Juli 2018 19:18 wib
'Kampung  janda' Desa Gempeng, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Medcom.id/Syaihul Hadi
'Kampung janda' Desa Gempeng, Kecamatan Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Medcom.id/Syaihul Hadi

Pasuruan: Kehidupan DR, istri terduga teroris di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, berubah 180 derajat setelah menikah dengan Abdullah. Ia nikah siri denga Abdullah tiga tahun silam.

DR, kelahiran 16 Juni 1978, asal Desa Gempeng, Kecamatan Bangil, terpaksa berurusan dengan polisi. Ia diperiksa intensif pasca-ledakan yang terjadi di sebuah rumah kontrakan di kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, pada Kamis, 5 Juli.

Sebelum menikah dengan Abdullah, DR tinggal di Perumahan Arbain atau yang kerap disebut-sebut Kampung Janda. Di kampung tersebut, tampak puluhan rumah berjajar rapi dan berhadap-hadapan. Warna cat violet membuat kampung ini menjadi asri.

Kampung ini dihuni ratusan jiwa. Dan sebagian besarnya adalah seorang janda. Sekilas tak ada yang berbeda dengan kampung-kampung lainnya, namun, di kampung ini tidak sembarang laki-laki bisa masuk tanpa seizin perangkat setempat.

"Disebut kampung janda, karena penghuninya khusus para Janda tak mampu. Tapi, tidak sembarang orang bisa masuk, apalagi sampai menginap disini. Terutama laki-laki dewasa," ujar Lurah Gempeng Moch Ikhwan di  Kecamatan Bangil, Pasuruan Jawa Timur, Jumat, 6 Juli 2018.

Bangunan ini milik perorangan yang sengaja diwakafkan untuk membantu para janda yang tidak mampu serta anak yatim. Ia membenarkan DR warga berpenduduk setempat.

Pasca ledakan, kampung ini sempat menjadi perbincangan masyarakat. "Sejak tadi malam sudah didatangi polisi, petugas meminta keterangan terkait mbak DR. Dan kita jelaskan apa adanya,"

Seharian ini, dia sibuk menggelar pertemuan dengan perangkat dan petugas kepolisian. Perangkat kampung terkejut salah seorang penduduknya terseret kasus karena ulah suaminya.


Lurah Gempeng Moch Ikhwan. Medcom.id/Syaihul Hadi


Tinggal sejak lama

DR, kata Ikhwan, dibesarkan di lingkungan tersebut. Ibu DR yang juga janda sudah lama tinggal di sana. DR mulai pindah keluar saat menikah dengan suami pertamanya asal Surabaya. Dari suami pertama, DR memiliki seorang anak yang kini tumbuh remaja.

"Secara aturan, kalau sudah menikah maka harus keluar dari sini. Terlebih anaknya sudah dewasa. Setelah lama keluar, dia sempat berpisah dengan suami pertamanya. Dan kembali lagi ke kampung janda sekitar 2014 yang lalu," terangnya.

Ia kembali tinggal bersama ibu dan anaknya. Setahun kemudian, DR kembali menikah dengan Abdullah secara siri. DR harus keluar meninggalkan kampung janda dan ikut bersama suaminya.

"Seingat saya pada 2015, Mbak DR menikah lagi dan dibawa suaminya. Kami semua tidak tahu proses pernikahannya," ujar Sekretaris RT 07 RW 01, Desa Gempeng, Bangil, Pasuruan, Suprihatin.

Baca: Seorang Diri, Balita Korban Ledakan Bom Menangis Kesakitan

Berubah drastis

DR sempat diajak suaminya Abdullah untuk tinggal di Jakarta. Dia kembali ke kampung janda dengan tanpa membawa suaminya hingga anak laki-lakinya lahir saat hamil tua.

"Setelah anaknya agak besar, Dina mengikuti suaminya dan terakhir diajak mengontrak di Jl. Pepaya Kelurahan Pogar," tambah Suprihatin.

Suaminya pendiam dan jarang untuk menyapa tetangga. Abdullah kerap jogging saat hendak mengantar istrinya.

Tak banyak yang tahu tentang asal usul hingga pekerjaan suaminya tersebut.

"Justru, si DR ini yang tampak sibuk. Mulai sebelum menikah. Dia mencari nafkah sendiri. Mulai jual baju online, hingga mengajar les. Sedangkan suaminya rajin jogging," kata Suprihatin.

Mendengar kabar ledakan di rumah kontrakan DR, tetangganya sempat kaget dan tidak menyangka. Terlebih ledakan itu berasal dari sebuah bom.

Tetangga hanya kasihan saat DR dan anaknya harus menanggung masalah yang ditimbulkan suaminya tersebut.

"Sangat bertolak belakang dengan kehidupan sehari-harinya Mbak DR. Meski jarang ngobrol dengan tetangga, DR rajin mengikuti pengajian di kampung Janda," kata dia.

Baca: Terduga Pemilik Bom Mantan Narapidana Kasus Terorisme
 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018