DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Adik Ungkap Penyakit Mantan Wakapolda Sumut

Daviq Umar Al Faruq - 07 Maret 2018 06:32 wib
Suasana di rumah mantan Wakapolda Sumut di Malang, Jatim, saat polisi melakukan olah TKP kematian pemilik rumah, Medcom.id - Daviq
Suasana di rumah mantan Wakapolda Sumut di Malang, Jatim, saat polisi melakukan olah TKP kematian pemilik rumah, Medcom.id - Daviq

Malang: Seminggu lebih berlalu, kasus tewasnya mantan Wakapolda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol (Purn) Agus Samad di Kota Malang masih menjadi misteri. Diduga purnawirawan polisi berusia 71 tahun ini memiliki berbagai permasalahan sebelum ditemukan meninggal dunia di rumahnya.

Adik kandung Agus, Sofyan, mengungkapkan kakaknya memiliki beberapa riwayat penyakit. Mulai dari asam urat, diabetes, dan jantung. 

"Kalau permasalahan keluarga, kami keluarga tidak tahu-menahu dan tidak pernah ikut campur. Kalau pun ada persoalan biasanya almarhum cerita," ungkapnya di Malang, Selasa, 6 Maret 2018.

Sehari hari, Agus mendiami rumah pribadinya bersama sang istri, Suhartatik. Pasangan suami istri ini dikaruniai dua anak, yakni Timur Dikman Sasmita dan Radiyaksa Agung Wicaksana. Timur mengontrak rumah di Perum Permata Jingga Kota Malang dan Agung berdomisili di Kabupaten Gresik.

Saat ditemukan tewas, Agus dalam keadaan seorang diri di rumah karena istrinya sedang bepergian ke Bali untuk mengurus rumah makan miliknya di Bali. Sedangkan anaknya, Timur sedang mengunjungi kerabat di Blitar dan Agung berada di Lamongan.

Biasanya Sofyan yang mengurusi rumah makan milik Agus di Bali. Namun, Sofyan berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, sehingga tugasnya digantikan Suhartatik sejak 12 Februari lalu.

Sofyan mengaku tidak mengetahui penyebab kematian kakak kandungnya, apakah bunuh diri ataupun dibunuh. Dia hanya berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus ini. 

"Saya tidak tahu jelasnya. Semoga cepat selesai dan polisi segera ungkap semuanya," urainya.

Sementara itu, salah satu satpam perumahan Ngateno membenarkan apabila Agus memiliki riwayat penyakit. Sebab Agus kerap mengeluhkan penyakitnya kepadanya. 

"Dulu Abah (panggilan akrab Agus) pernah datang ke pos satpam dan mengeluhkan kakinya yang membekak karena asam urat," bebernya.

Untuk diketahui, selain mendapatkan gaji pensiun, Agus memiliki bisnis rumah makan di Bali bernama Rumah Makan Arimbi. Menurut informasi, Agus pun memiliki beberapa aset dan tempat usaha lainnya. Salah satunya seperti sebuah tanah di Banyuwangi.

Agus di temukan tewas di rumahnya Perumahan Bukit Dieng Permai blok MB-9 RT 09 RW 05 Kelurahan Pisang Sandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu 24 Februari 2018 lalu. Mayat Agus ditemukan sejumlah warga di halaman belakang rumahnya sekitar pukul 08.00 pagi dengan kondisi tengkurap dan terikat tali rafia pada kedua kakinya.

Pada tubuh korban terdapat beberapa luka sayatan di tangan kanan dan kiri korban serta luka lecet di paha belakang korban. Dari olah TKP sebelumnya, polisi juga menemukan bercak darah di ruang makan yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi penemuan mayat. Selain itu, ditemukan pula sejumlah barang bukti yakni silet dengan bercak darah, baygon, dan sejumlah cairan.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENEMUAN MAYAT
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018