DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Bupati Malang Siap Bertanggung Jawab

Daviq Umar Al Faruq - 12 Oktober 2018 02:16 wib
Bupati Malang Rendra Kresna. Foto: Medcom.id/Daviq Umar
Bupati Malang Rendra Kresna. Foto: Medcom.id/Daviq Umar

Malang: Bupati Malang Rendra Kresna resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus gratifikasi dan suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Ia mengaku siap bertanggung jawab atas perkara tersebut.

Namun, orang nomor satu di Kabupaten Malang ini menampik tuduhan yang disangkakan oleh KPK. Dia mengaku tidak pernah menerima uang suap maupun gratifikasi yang disampaikan lembaga antirasuah tersebut. 

"Saya tidak terima (uang gratifikasi dan suap). Tetapi kalau kemudian itu merupakan sebuah kesalahan sehingga kemudian menguntungkan untuk orang lain, saya sebagai Bupati bertanggung jawab untuk itu," katanya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis, 11 Oktober 2018 malam.

Sebelumnya, saat KPK menggeledah rumah dinasnya pada Senin 8 Oktober 2018, Rendra mengaku kepada awak media dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersebut diketahuinya lewat surat perintah penyelidikan (sprindik) dan berita acara penggeledahan (BAP) yang disodorkan KPK.

"Karena sesuai sprindik dan berita acara penggeledahan sudah dinyatakan saya tersangka. Jadi tidak ada yang baru sebetulnya," ungkapnya.

Pria asal Pamekasan, Madura ini menambahkan dirinya telah mendapatkan surat pemanggilan untuk menjalani pemeriksaan di kantor pusat KPK, Jakarta pada Senin, 15 Oktober 2018. Dia menyatakan bakal kooperatif dalam menjalani kasus hukum ini.

"Iya saya datang dong. Apapun pertanyaannya, akan saya jawab, apapun yang terjadi saya siap. Pengacara sudah saya bentuk dari orang-orang sini saja, orang Kabupaten Malang," terangnya.

Bupati Malang dua periode ini juga menyampaikan pihaknya tidak akan mengajukan praperadilan. Sebab, dia mengaku bakal menjalani apapun risiko yang terjadi dalam pusaran kasus ini.

Baca: Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi

"Tidak lah. Kita berikan jawaban apa adanya. Kalau itu dinyatakan tidak memuaskan dan tidak dianggap sebagai jawaban, apapun resikonya pasti saya siap menghadapi. Karena itu konsekuensi saya sebagai Bupati," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, selain Rendra, KPK juga menetapkan pihak swasta, Ali Murtopo (AM), sebagai tersangka. Rendra diduga menerima suap dari Ali senilai Rp3,45 miliar terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang sejak 2010 hingga 2013. Terutama proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

Sedangkan, pada kasus penerimaan gratifikasi, Rendra ditetapkan sebagai tersangka bersama satu pihak swasta lain, Eryk Armando Talla. Rendra dan Eryk diduga menyalahgunakan wewenang dan jabatan untuk menerima gratifikasi. Gratifikasi tersebut dianggap suap karena berhubungan dengan jabatannya setidak-tidaknya sampai saat ini sekitar Rp3,55 miliar.


(DMR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018