DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Menristekdikti Pastikan Aturan Kuliah Daring Terbit April 2018

Daviq Umar Al Faruq - 13 Maret 2018 17:38 wib
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq).
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq).

Malang: Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memastikan aturan kuliah berbasis dalam jaringan (daring) atau online terbit pada April 2018. Aturan yang dikemas dalam peraturan menteri tersebut menjadi payung hukum agar perguruan tinggi segera melaksanakan kuliah daring.

"April nanti regulasi ini akan keluar," tegas Nasir usai mengisi kuliah umum di Politeknik Negeri Malang, Selasa, 13 Maret 2018.

Nasir meminta perguruan tinggi di Indonesia segera mengembangkan sistem perkuliahaan e-learning berbasis teknologi informasi. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan tinggi di Tanah Air siap menghadapi era Revolusi Industri keempat sehingga dapat mengembangkan kebutuhan pasar saat ini.

"Pembelajaran online ini dalam rangka mengantisipasi perubahan global," tuturnya.

(Baca juga: Pembelajaran Daring Menuntut Mahasiswa Proaktif)

Menurutnya, sistem kuliah daring memiliki banyak keunggulan ketimbang kuliah biasa. Salah satunya tak terbatas pada rasio antara dosen dengan mahasiswa. 

Nasir menyebut, rasio dosen-mahasiswa pada kuliah biasa hanya sebesar 1:20 dan 1:30. Sedangkan rasio kuliah daring bisa mencapai 1:1.000.

"Tidak terbatas dalam rasio. Dosen nantinya bisa mencakup seluruhnya," ungkap dia. 

Nasir memberi kesempatan kepada perguruan tinggi di Indonesia untuk menyelenggarakan perkuliahan daring. Bahkan saat ini, pihaknya telah membentuk Cyber University
"Tugasnya untuk me-review semua mata kuliah yang akan di-online-kan. Sebelum di-publish harus di-review apakah memenuhi standar," tandasnya.

(Baca juga: Kemenristekdikti Siapkan Sistem Cyber University)

Diharapkan, perguruan tinggi tidak lagi mengandalkan gedung-gedung sebagai pusat kegiatan dan perkuliahan. Penggunaan ruang kelas akan berkurang karena konsep perkuliahan bisa dilakukan di rumah atau dimana saja.


(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENDIDIKAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 17-12-2018