Polda Sulut Periksa Mantan Kadis Tata Kota Manado

Mulyadi Pontororing - 10 Januari 2018 17:42 wib
ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Manado: Mantan Kadis Tata Kota Pemkot Manado Johan Benny Mailangkay (JBM) diperiksa Polda Sulawesi Utara, Rabu 10 Januari 2018. Johan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana penerangan jalan umum sistem solar cell pada Dinas Tata Kota Manado Tahun 2014. 

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, setelah dilakukan penangkapan pada Selasa 9 Januari 2018, tersangka dibawa ke Polda Sulut untuk menjalani pemeriksaan. Tersangka berhasil ditangkap di Bintaro, Tangerang Selatan, bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polres Tangerang setelah buron berbulan-bulan.

“Tidak mudah dan butuh waktu yang lama memang. Namun kami tidak menyerah. Setelah proses panjang itu akhirnya tersangka bisa ditangkap dengan bantuan KPK dan sekarang akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Tompo, saat dihubungi di Manado, Rabu 10 Januari 2018.

Baca: KPK Tangkap Buronan Kasus Korupsi Polda Sulut

Dalam pemeriksaan ini, kata Tompo, pihaknya akan mengembangkan kasus sesuai prosedur yang berlaku. “Yang kami kejar adalah perbuatan melanggar hukumnya. Dari situ baru ditelusuri, siapa yang melakukan perbuatan itu," tegasnya.

Dia pun berharap, dengan tertangkapnya tersangka ini, proses penyelesaian kasus ini bisa makin jelas dan segera tuntas.

“Komitmen kami adalah Polda Sulut tidak main-main dengan kasus korupsi. Dan pasti akan diusut hingga tuntas," pungkasnya. 

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, akibat perbuatan Johan negara mengalami kerugian hingga mencapai Rp3,1 miliar. Saat ini, KPK dan pihak kepolisian masih memeriksa secara intensif terhadap Johan.

"JBM disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp3,1 miliar," pungkas Febri.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-01-2018