Penyaluran Dana Desa Terkendala Pemasaran

- 20 Mei 2017 07:43 wib
Warga menjemur ikan tongkol di Desa Lampulo, Banda Aceh, Rabu (4/1/2017). Foto: Antara/Ampelsa
Warga menjemur ikan tongkol di Desa Lampulo, Banda Aceh, Rabu (4/1/2017). Foto: Antara/Ampelsa

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyaluran dana desa tersendat karena kurangnya pengetahuan tentang pemasaran. Hal ini terjadi terutama saat desa mencoba mengembangkan produk unggulan.

"Aspek pemasaran menjadi kendala karena meski produksi melimpah, penyerapannya masih kurang," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi, seperti dalam keterangan tertulis, Jumat 19 Mei 2017.

Untuk mengatasinya, Anwar mengatakan, Kemendes PDTT berupaya memaksimalkan peran swasta. "Kehadiran swasta penting untuk mempertahankan mata rantai serapan (dana desa)," ujarnya.

Dari tahun ke tahun penyaluran dana desa terus meningkat. Pada 2015, dana desa tersalur Rp20 triliun, 2016 meningkat menjadi Rp47 triliun, dan tahun ini Rp 60 triliun. Namun, peningkatan itu belum juga secara signifikan meningkatkan perekonomian dan pembangunan desa.

Untuk meningkatkan serapan dana desa, pemerintah mendorong sektor swasta turun ke desa. Swasta diharapkan bisa membantu persoalan permodalan, pengolahan usai panen, hingga pemasaran produksi.

Baca: Pahit Manis Dana Desa

Usulan ini disambut baik kepala daerah. Sanusi mengatakan sudah ada sejumlah bupati yang berkomitmen membantu swasta dalam mempermudah perizinan dan pengadaan lahan untuk menanamkan investasi di daerah.

“Setidaknya sudah ada delapan bupati yang berkomitmen memberikan kemudahan izin dan pengadaan lahan bagi swasta agar produk unggulan desa bisa terserap maksimal," kata Anwar.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG DANA DESA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-09-2017