DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.968.610.192 (19 AGUSTUS 2018)

Korban Terduga Pembunuhan di Tangerang Dikenal Tertutup

Hendrik Simorangkir - 13 Februari 2018 07:22 wib
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi
Ilustrasi: MTVN/Rakhmat Riyandi

Tangerang: Warga Perumahan Taman Kota Permai II, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, mendadak heboh. Tiga penghuni di salah satu rumah di kawasan tersebut ditemukan tewas berpelukan di dalam kamarnya, sementara seorang lagi kritis di lain kamar.

Korban tewas bernama Ema, 40, beserta kedua putrinya, Nova, 23, dan Tiara, 13. Ketiganya tewas dengan luka tusuk di sekujur tubuh.

Selain ibu dan putrinya, polisi menemukan suami korban, Efendi, dalam kondisi kritis. Pria yang berprofesi sebagai pedagang kelontong itu ditemukan mengalami luka tusuk dan dibawa ke RS Sari Asih, Kota Tangerang.

Parti, 35, tetangga korban mengatakan Efendi merupakan suami ketiga dari Ema. "Efendi merupakan suami ketiga ibu Ema. Anak yang tewas semuanya beda bapak," kata Parti, Senin, 12 Februari 2018, malam.

(Baca: Ibu Dan Dua Anak Ditemukan Tewas)

Ema dan kedua anaknya, kata Parti, sudah lama tinggal di Blok B6 Nomor 5, Perumahan Taman Kota Permai II. Selama ini tetangga mengenal sosok Ema sebagai pedagang pakaian di Pasar Tanah Tinggi, Kota Tangerang. Dia juga dikenal tertutup ke tetangga.

"Meski tertutup, Bu Ema dikenal baik dengan tetangga. Dia selalu menyapa dan senyum saat melihat kita. Setiap harinya Bu Ema berdagang pakaian," ujarnya.

Namun, Ema yang setiap harinya beraktivitas tak terlihat pada Senin, 12 Februari 2018. Begitu juga Efendi dan kedua anaknya. Hal ini membuat tetangga curiga. Terlebih sempat terdengar jeritan sekitar Senin dini hari dari rumah korban.

"Saya melihat mobilnya masih terparkir di teras rumah. Saya bersama ketua RT dan RW akhirnya memberanikan diri masuk ke dalam, karena sudah seharian keluarga itu tak juga keluar rumah," ungkapnya.

(Baca: Warga Sempat Dengar Jeritan dari Rumah Korban Pembunuhan)

Selama bertetangga, lanjut Parti, dirinya kerap mendengar pasangan suami-istri tersebut cekcok. Namun Parti enggan berkomentar lebih jauh perihal penyebab keributan di dalam rumah tersebut. "Namanya rumah tangga, pasti ada saja ributnya," ucapnya.

Hingga kini, Polres Metro Tangerang masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan sadis tersebut. Polisi memastikan barang berharga korban tak ada yang hilang.

"Motifnya masih sedang kami dalami. Korban selamat belum bisa dimintai keterangannya karena harus mendapatkan penanganan khusus dokter," kata Kapolres Metro Tangerang, Kombes Harry Kurniawan.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS PEMBUNUHAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 20-08-2018