Babel Gali Potensi Pajak Air Permukaan

Rendy Ferdiansyah - 14 September 2017 10:49 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Pangkalpinang: Pemerintah Provinsi Bangka Belitung bakal lebih mengoptimalkan potensi pajak air permukaan yang dimanfaatkan oleh perusahaan maupun industri. Hal ini dilakukan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Bidang Pajak Badan Keuangan Daerah (Bakuda) Pemprov Babel Amran mengatakan, selama ini pajak air permukaan sudah dipungut melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing-masing kabupaten/kota. Namun, hingga saat ini belum optimal.

"Perusahaan atau usaha apa saja yang memanfaatkan air permukaan itu dikenakan pajak, kecuali mandi, cuci, dan sebagainya. Misalkan, PT Timah, kemudian smelter, PDAM, pencucian mobil, itu harus bayar," kata Amran di Pangkalpinang, Kamis 14 September 2017.

Menurut Amran, tarif yang dibayarkan berdasarkan perhitungan dan Perda Nomor 4 Tahun 2017. Pembayaran pajak dihitung dari volume pemakaian air, tarif 10% dikali nilai perolehan air.

"Sedangkan, nilai perolehan air ditetapkan dalam pergub dan tergantung jenis usahanya," ujar dia.

Amran mengakui, hingga 8 September 2017, realisasi pajak air permukaan yang masuk ke kas daerah sudah mencapai Rp4,7 miliar. Sementara, target setelah anggaran perubahan Rp5,9 miliar. Ini berarti sudah terealisasi 79,67%.

"Petugas kita di UPT akan cek ke perusahaan, berapa pajak yang mereka harus membayar dan memang kita yang memungut. Kalau menuggu kesadaran mereka, agak sulit. Makannya kita aktif memungut," tandasnya.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PAJAK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 22-09-2017