DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pria di Sulsel Ditangkap karena Hina Calon Bupati

Andi Aan Pranata - 13 Maret 2018 16:06 wib
Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap seorang pria asal kabupaten Sidrap berinisial MUG, 38. Medcom.id/Andi Aan Pranata
Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap seorang pria asal kabupaten Sidrap berinisial MUG, 38. Medcom.id/Andi Aan Pranata

Makassar: Tim Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menangkap seorang pria asal kabupaten Sidrap berinisial MUG, 38, karena menghina salah satu kandidat bupati setempat melalui media sosial Facebook.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel mengungkapkan pelaku kedapatan menggunakan akun beridentitas palsu, yang seolah-olah seorang berprofesi Polisi. Ujaran kebencian dilontarkan pada grup Facebook 'Sidenreng Rappang 2018' pada Februari lalu.

"Tersangka ditangkap karena diduga menyebar konten bernada penghinaan dan pencemaran nama baik menggunakan akun Facebook terhadap pasangan kandidat bupati Sidrap Fatmawati Rusdi-Abdul Majid," kata Dicky pada konferensi pers di Makassar, Sulsel, Selasa, 13 Maret 2018.

Dicky mengatakan, saat melontarkan ujaran kebencian, pelaku sengaja memanipulasi akun Facebook. Dia menggunakan identitas dan foto profil orang lain pada akun palsu yang dia buat. Dalam mengunggah konten, akunnya seolah-olah seorang bernama Ghofur Muh Farid, seorang anggota Polri yang bertugas di Mukomuko, Bengkulu.

Pada salah satu konten unggahan di Facebook, Dicky mengatakan, pria ini menyebut calon bupati Sidrap Fatmawati istri seorang koruptor. Itu yang menjadikannya sebagai buruan tim Cyber Polda Sulsel, dengan dugaan pelanggaran pasal 35 Undang-undang nomor 11 tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Tersangka dengan sengaja memanipulasi, menciptakan, mengubah, menghilangkan, atau merusak dokumen elektronik dengan tujuan informasi itu seolah-olah identik. Ancaman hukumannya maksimal penjara 12 tahun dan denda paling banyak Rp12 miliar," ujar Dicky.

Dalam kasus ini, tersangka MUG ditahan beserta barang bukti dua telepon genggam, yang diduga digunakan menebar kebencian dan penghinaan di Facebook. Dia pun masih menjalani pemeriksaan lanjut di hadapan penyidik Polda Sulsel.

Di hadapan wartawan, tersangka mengakui telah menebar konten kebencian tentang kandidat bupati di media sosial. Saat itu dia menanggapi komentar di grup seputar Pilkada Sidrap.

"Saya tidak membenci (kandidat yang bersangkutan). Tapi saya sudah menyatakan sikap mendukung kandidat lain," katanya.

 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MEDIA SOSIAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 14-12-2018