Sejumlah Kapal Terpantau Merapat ke Miangas

Mulyadi Pontororing - 19 Juni 2017 15:45 wib
Perairan Laut Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara -- MI/Voucke Lontaan
Perairan Laut Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara -- MI/Voucke Lontaan

Metrotvnews.com, Manado: Polisi memperketat pengamanan di wilayah perbatasan mengantisipasi ekspansi teroris dari Filipina. Tiga pulau yang menjadi perhatian adalah Pulau Marore, Miangas, dan Namusa. Ketiga pulau itu merupakan pulau terluar di Sulawesi Utara.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo mengatakan belakangan ini petugas di lapangan sering mendapati sejumlah kapal yang mencoba merapat di Pulau Miangas. Namun, setelah diperiksa, kapal-kapal tersebut milik warga lokal yang memuat bahan-bahan pokok dan keperluan warga lainnya.

"Patroli dilakukan siang malam bersama pasukan gabungan dari TNI, pemerintah, dan masyarakat di wilayah pesisir. Sejauh ini belum ada tanda-tanda acaman," kata Tompo di Mapolda Sulut, Jalan Bethesda, Manado, Senin 19 Juni 2017.

(Baca: Pengamanan Tiga Pulau Terdekat Filipina Diperketat)

Tompo menambahkan, pihaknya juga menyiap ratusan personel di Polda dan Polres untuk mencegah pergerakan kelompok teroris di wilayah perbatasan. "Masih aman. Tapi, kita tetap siaga," ujarnya.

Terpisah, Kapendam XIII/Merdeka Manado Kolonel Andy M. Surya mengatakan, penjagaan di wilayah perbatasan dilakukan 1x24 jam. "Personel selalu siaga. Back up personel juga selalu siaga jika dibutuhkan," kata dia.

Andy menjelaskan, pihaknya menerima informasi adanya pergerakan di Kota Marawi, Filipina. Namun, pergerakan itu belum sampai ke wilayah perbatasan.

"Intinya kita siaga, personel bersenjata lengkap serta back up-nya siaga. Seluruh penjuru kita jaga. Tapi sejauh ini masih aman," kata dia.

Sebelumnya, pertempuran pecah antara tentara Filipina dan kelompok militan sejak Selasa 23 Mei 2017 di Filipina Selatan. Konflik dipicu menggerebekan militer Filipina terhadap satu rumah yang diyakini sebagai tempat persembunyian komandan kelompok Abu Sayyaf.

(Baca: ISIS di Indonesia Masih Lemah)

Rumah itu juga diduga menjadi tempat persembunyian pemimpin kelompok yang telah berbaiat dengan ISIS, Isnilon Hapilon.

Puluhan anggota milisi bersenjata mengadang gerak tentara pemerintah. Hal ini memicu pertempuran sengit di beberapa titik kota. Kelompok militan dikabarkan mulai terdesak usai dipukul mundur tentara Filipina. Pengamanan di perbatasan jadi perhatian untuk mengantisipasi ekspansi kelompok militan Filipina ke Indonesia.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME DI FILIPINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 24-06-2017