Masyarakat Diminta tak Merundung Korban `Babe`

Hendrik Simorangkir - 09 Januari 2018 17:55 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

Tangerang: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus melindungi keluarga dan korban WS alias Babeh. Ia juga meminta masyarakat tak merundung korban maupun keluarganya.

"Kami tidak hanya memberikan bantuan medis, tapi juga melakukan pendampingan psikologis," kata Zaki di Gedung Sekretaris Daerah, Tigaraksa, Tangerang, Banten, Selasa, 9 Januari 2018.

Zaki juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk ikut melindungi korban dan keluarga. "Agar mereka tidak traumatik dan tidak mengalami gangguan berikutnya," lanjutnya.

(Baca: Kemensos Siapkan Rumah Aman untuk Korban Pencabulan di Tangerang)

Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tak terulang di kemudian hari, lanjut Zaki, Pemkab Tangerang akan menyebarkan informasi tentang pelecehan seksual kepada masyarakat. Hal ini ia percayakan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A).

"Kami akan memaksimalkan peran P3A secara masif, baik dari pendidikan sekolah ataupun melalui elemen masyarakat lainnya secara struktural," pungkas Zaki.

Sebelumnya, Babeh ditangkap karena menyodomi 41 anak di Tangerang. Anakyang menjadi korban seluruhnya laki-laki dengan rentang usia 10-15 tahun.

(Baca: Jumlah Korban Pencabulan di Kabupaten Tangerang Jadi 41 Bocah)

Modus tersangka dalam menjalankan aksinya dengan cara membujuk korban dengan iming-iming ilmu ajian pelet. Babeh juga menyuruh korban menelan gotri atau biji logam agar bisa mendapat ilmu kebal.

Tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

 


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENCABULAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-01-2018