Pembeli Apartemen Grand Eschol Karawaci Residence Merasa Tertipu

Farhan Dwitama - 12 Oktober 2017 15:12 wib
Ilustrasi -- ANT/Indrianto Eko Suwarso
Ilustrasi -- ANT/Indrianto Eko Suwarso

Metrotvnews.com, Tangerang: Perasaan cemas dan khawatir menyelimuti ratusan pembeli Apartemen dan Condotel Grand Eschol Residence Karawaci, Tangerang, Banten. Penyerahan kunci yang dijanjikan pada Desember 2016 tak kunjung dilaksanakan hingga kini.

Bahkan, pembangunan gedung setinggi 27 lantai itu justru terhenti. Pembangunan baru sampai pada konstruksi lantai 12.

Seorang pembeli apartemen mengatakan, sudah membayar lunas dua unit apartemen di lantai 25 yang dia pesan. "Saya beli cash tahun 2014. Waktu itu hanrga dikisaran Rp500 juta-an. Saya sudah keluar Rp1 miliar lebih," kata John Chandra di Tangerang, Kamis 12 Oktober 2017.

Pembeli lainnya mengaku, sudah melaporkan PT Mahakarya Agung Putra (MAP) sebagai pengembang ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Ia melapor bersama 16 orang lainnya.

"Kami merasa ditipu pengembang (PT MAP) yang selama ini hanya memberi janji-janji. Harusnya, kami sudah bisa menempati apartemen atau menikmati hasil investasi sebagaimana yang dijanjikan," ucap Sujadi.

Sujadi menuturkan, dirinya tertarik berinvestasi di bisnis condotel karena beberapa alasan. Pertama, Apartemen dan Condotel Grand Eschol Residence Karawaci dikembangkan oleh Aston Grup.

"Kedua, lokasinya strategis dan janji imbal hasil per tahunnya sampai 8 persen. Investasi ini buat pensiunan seperti saya pasti sangat menggiurkan," ucapnya.

Sujadi hanya berharap, ada tanggung jawab dari pihak pengembang. Ia dan pembeli lainnya ingin uang yang terlah dibayarkan dikembalikan.

"Karena kami ragu kalau proyek ini bisa diteruskan," cetus warga Cikupa ini.

Terpisah, Direksi PT MAP Andre menegaskan, terlambatnya penyelesain pembangunan Apartemen dan Condotel Grand Eschol Residence Karawaci karena persoalan teknis. Ada pergantian kontraktor yang mengerjakan proyek pembangunan gedung 36 lantai tersebut.

"Benar terlambat dari PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli ). Tapi, itu sebenarnya masih masuk dalam masa tenggang atau gres period selama 180 hari plus 90 hari masa penalti. Kami pun sudah bersurat dengan konsumen untuk menjelaskan permasalahan yang kami hadapi ini. Kami pastikan, kami tidak menipu dan lari dari tanggung jawab," kata Andre.

Andre memastikan, saat ini pengerjaan minor proyek sedang berlangsung. Pihaknya juga sedang menunggu hasil audit dan pembersihan material sebelum peralihan kontraktor.

"Kami meminta maaf kepada konsumen atas terhambatnya pembangunan apartemen dan condotel. Kami pastikan, pembangunan akan terus berjalan," ucap dia.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG APARTEMEN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-10-2017