Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

Pemprov Kaltim Segera Bahas Pembangunan Jembatan Mentaya

Antara - 22 Agustus 2016 06:19 wib
Sungai Mentaya menjadi jalur trasnportasi di kawasan Mentaya. Pembangunan jembatan akan memberi akses perjalanan darat bagi masyarakat setempat/ANT/Untung Setiawan
Sungai Mentaya menjadi jalur trasnportasi di kawasan Mentaya. Pembangunan jembatan akan memberi akses perjalanan darat bagi masyarakat setempat/ANT/Untung Setiawan

Metrotvnews.com, Sampit: Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomiten membantu pembangunan Jembatan Mentaya. Jembatan ini menghubungkan dua kecamatan di tengah Kota Sampit, Kabupaten, Kotawaringin Timur yang selama ini terisolasi.

"Jembatan Mentaya segera saja kita bahas. Saya setuju sharing dana. Saya minta kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten," kata Gubernur Kalteng H Sugianto di Sampit, Minggu 21 Agustus malam.

Sugianto memandang pembangunan Jembatan Mentaya sangat penting mempercepat kemajuan dan pemerataan di Kotawaringin Timur. Pembangunan jembatan juga dipercaya memberi dampak besar bagi masyarakat setempat.

Bupati Kotawaringin Timur H Supian Hadi mengamini perkataan Sugianto. Ia menegaskan, fungsi jembatan tersebut sangat vital bagi masyarakat. Penyelesaian jembatan akan membuat kawasan Mentaya Seberang menjadi kota baru.

"Dibutuhkan dana sekitar Rp1 triliun untuk pembangunannya. Kalau ada sinergi anggaran pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten, saya yakin jembatan itu bisa terwujud sebelum 2021," ujar Supian.

Jembatan Mentaya rencananya dibangun di Jalan Baamang I menyeberang ke kawasan Mentaya Seberang. Jembatan ini akan menghubungkan dua kecamatan yang saat ini masih terisolasi jalan darat, yakni Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut. Padahal, lokasinya terletak di seberang pusat Kota Sampit namun terpisah sungai Mentaya.

Keterisolasian jalan darat ini menyebabkan harga kebutuhan mahal berkali-kali lipat karena ongkos angkut. Pembangunan infrastruktur dan ekonomi di dua kecamatan itu pun menjadi lambat dan tertinggal dibanding kecamatan lainnya di dalam kota.

Pemerintah daerah sudah melaporkan rencana pembangunan jembatan dengan bentang 972 meter itu kepada Presiden Joko Widodo agar mendapat bantuan melalui dana APBN. Saat pencanangan Program Sejuta Rumah pada 29 April 2015 lalu, Presiden melalui video conference merespons usulan Bupati H Supian Hadi terkait pembangunan Jembatan Mentaya. Presiden juga memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum mengirim tim ke Sampit melakukan survei.


(OJE)

ADVERTISEMENT
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-07-2018