Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Imigrasi Bitung Temukan Ratusan WNA Ilegal

Mulyadi Pontororing - 03 Juli 2017 19:02 wib
Petugas imigrasi Kota Bitung, Sulut, saat menerima mantan narapidana WN Filipina yang diserahkan pihak Lapas Bitung, Senin 3 Juli 2017. (Metrotvnews.com/Istimewa)
Petugas imigrasi Kota Bitung, Sulut, saat menerima mantan narapidana WN Filipina yang diserahkan pihak Lapas Bitung, Senin 3 Juli 2017. (Metrotvnews.com/Istimewa)

Metrotvnews,com, Manado: Terhitung sejak 18 April hingga 3 Juli 2017, Kantor Imigrasi Bitung telah mengamankan dan mendata 311 orang yang diduga warga negara Filipina.

Kepala Kantor Imigrasi Bitung M. Soleh mengatakan mayoritas mereka tinggal di daerah Manembo-Nembo dan Aer Tembaga, Bitung, Sulawesi Utara.

"Rata-rata bekerja sebagai pencari ikan. Mereka diduga sebagai orang asing karena tidak memiliki identitas atau kependudukan sama sekali," terang Soleh dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Senin, 3 Juli 2017.

Menurut Soleh, kepada ratusan orang tersebut hanya diberi peringatan dan wajib lapor disertai dengan surat pernyataan bermaterai sembari dicarikan solusi soal masalah kewargaan mereka.

"Untuk itu keberadaan dan kegiatan mereka akan dimonitor secara maksimal," tuturnya.

Dari ratusan orang itu, lanjut Soleh, 13 orang di antaranya ada yang memiliki ikatan darah dengan WNI. Dia menduga merupakan keturunan Sangihe-Filipina yang tinggal di daerah Kelurahan Wangurer Barat, Kota Bitung,

"Mereka kami anggap sebagai keturunan WNI karena dalam dokumen yang dimilikinya yang diterbitkan oleh Pemerintah Filipina terdapat keterangan bahwa ayah ibu mereka ialah WNI," katanya.

Namun, mereka belum memiliki dokumen resmi yang menunjukkan bahwa mereka sebagai WNI. Padahal, mereka sudah lama tinggal di daerah itu.

Sementara itu, di hari yang sama, Kanim Bitung juga menerima seorang mantan narapidana yang merupakan seorang WN Filipina dari Lapas Bitung.

"Kami akan melakukan proses deportasi setelah dilakukan verifikasi fakta bahwa ia WN Filipina yang diakui oleh Konsulat Jenderal Filipina di Manado dan juga akan berkoordinasi dengan Kantor PSDKP Bitung sebagai pihak penyidik tindak pidana yang dilakukannya," kata Soleh.

Terpisah, terkait dengan temuan ratusan orang yang diduga WN Filipina, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Utara, Dodi Karnida, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Filipina di Manado.

"Kami akan mencarikan solusi yang terbaik secara bijaksana dan tentu saja setelah melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya termasuk dengan Konsulat Jenderal Filipina di Manado," tandasnya.


(SAN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG WNA ILEGAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 23-06-2018