Lembata Butuh Rp300 Miliar Relokasi Warga

Antara - 13 Oktober 2017 13:39 wib
Batu berguling setelah gempa berkekuatan 4,9 SR mengguncang Lembata pada 10 Oktober 2017, MI - Alexander P Taum
Batu berguling setelah gempa berkekuatan 4,9 SR mengguncang Lembata pada 10 Oktober 2017, MI - Alexander P Taum

Metrotvnews.com, Kupang: Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, membutuhkan dana Rp300 miliar untuk merelokasi 1.000 warga dua desa di lereng Pegunungan Ileape. Relokasi diusulkan karena wilayah tersebut rawan longsoran.

"Pemerintah memiliki rencana merelokasi warga di dua desa yang rawan bencana di Kecamatan Ileape. Dua desa itu berada di lereng gunung yang rentan terhadap bencana alam, sehingga harus direlokasi ketempat yang lebih aman," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lembata Markus Labi melalui Sekretaris Dinas Karel Burin, Jumat 13 Oktober 2017.

Baca: Lembata Berlakukan Tanggap Darurat Gempa

Ia mengatakan, anggaran itu untuk pembangunan perumahan maupun infrastrukur kawasan pemukiman baru warga setempat. Pemerintah Kabupaten Lembata membutuhkan bantuan pemerintah pusat sehingga warga yang menjadi korban bencana gempa Lembata bisa bermukim di lokasi yang aman dan lebih memadai.

Dia mengatakan, warga dua desa yang perlu direlokasi karena terdampak bencana gempa Lembata, yaitu Desa Lamagate dengan jumlah penduduk 351 jiwa dan Desa Wae Pukan 461 jiwa.

Rencana relokasi warga dua desa itu telah disampaikan Bupati Lembata Yentji Sunur ketika mengunjungi pengungsi gempa Lembata yang memilih mengungsi di rumah jabatan Bupati Lembata, Kamis 12 Oktober 2017.

Baca: Pengungsi Gempa Lembata Lebih 2.000 Jiwa

"Pak Bupati sudah sampai secara terbuka kepada warga tentang rencana relokasi warga ketempat yang lebih aman. Dua desa yang direlokasi itu berada di lereng bukit dengan kemiringan 60 derajat sehingga tidak aman dijadikan sebagai kawasan pemukiman penduduk karena rawan bencana tanah longsor," ujar Burin.

Warga dua desa, kata dia, mendukung gagasan Pemkab Lembata untuk melakukan relokasi demi keselamatan mereka dengan harapan pemerintah menyiapkan lahan pertanian yang dapat mendukung pertumbuhan ekonominya.

Burin menjelaskan Pemkab Lembata sedang menginventarisasi lokasi yang tepat sebagai kawasan pemukiman baru untuk warga dua desa itu, termasuk mendata kawasan pertanian untuk warga.

Salah satu wilayah yang dianggap ideal berada di Kecamatan Lebatukan karena wilayah itu sumbur sehingga memungkinkan korban bencana mengembangkan usaha pertanian.

"Relokasi warga ini tidak menghilangkan kultur warga setempat, karena relokasi dilakukan pemerintah dilakukan demi kenyamanan hidup warga dua desa itu," kata Burin.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GEMPA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-10-2017