Provinsi Jawa Dinilai Masih Punya Masalah Kekurangan Gizi

Dian Ihsan Siregar - 11 Februari 2018 16:08 wib
Ilustrasi--Antara/Eric Ireng
Ilustrasi--Antara/Eric Ireng

J‎akarta: Ikatan Alumni Gizi UI (Iluni Gizi UI)‎ menyatakan, provinsi Jawa masih mempunyai masalah dengan kekurangan gizi. Kebanyakan kasus tersebut terdapat di pelosok.

Ketua Iluni Gizi UI, Seala Septiani mengatakan, meski demikian, angkanya tidak sebanyak dengan Indonesia Timur, yakni Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kekurangan gizi paling tinggi masih di Indonesia Timur. Tapi, daerah Jawa, juga masih banyak lah, khususnya Jawa Barat. Hal itu menurut riset kesehatan dasar (riskesdas) di tahun 2013, ada yang lepas dari gizi, makanya gizi kurang. Makanya kejadian di Asmat, Papua seperti itu, ‎karena gizi mereka kurang," kata Seala kepada Medcom.id di area car free day (CFD), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu, 11 Februari 2018.

Menurut Seala, kekurangan gizi menyebabkan postur sejumlah orang Indonesia telihat tidak jauh tinggi ketimbang postur warga negara Asia lainnya. Bayangkan saja, lanjut Seala, beberapa tahun silam orang Indonesia lebih tinggi dari Jepang, namun saat ini berbanding terbalik.

"Dulu Jepang pendek-pendek, sekarang mereka sudah lebih tinggi 10 cm, lebih tinggi dari Indonesia. Karena, mereka sekarang lebih maju dari pada kita. Jadi kita stunting, bila dibanding Jepang. Itu juga terkait gizi kita karena ekonomi Indonesia yang kalah," ungkap Seala.

Seala mengatakan, Iluni Gizi UI juga sangat fokus pada tingkat gizi di Indonesia. Makanya, cek kesehatan selalu diberikan kepada masyarakat, seperti yang terjadi di event CFD hari ini.

"Kita fokus kesehatan gizi seseorang. Kita fokus juga yang terjadi obsesitas. Beban ganda kepada kita, gizi kurang kita cegak, gizi lebih juga banyak, itu juga kita cegah," ‎sebut Seala.

Kegiatan Iluni Gizi UI, sambung dia, selalu didorong oleh pemerintah, seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Sosial (Kemensos). "Makanya acara hari ini di CFD untuk mengenalkan langsung ke masyarakat, kita di support sekali oleh Pemprov DKI Jakarta, Kemenkes dan Kemensos. Karena tujuan akhirnya baik," pungkas Seala.


(DEN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GIZI KURANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 20-05-2018