Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.676.534.291 (20 JULI 2018)

Kerusakan Lingkungan Diduga Penyebab Puluhan Penyu di Sambas Mati

- 16 April 2018 15:34 wib
Tim Forensik Satwa dari WWF-Indonesia mengindentifikasi penyu yang mati mengenaskan di Pantai Paloh. (Foto: Doc/WWF Indonesia)
Tim Forensik Satwa dari WWF-Indonesia mengindentifikasi penyu yang mati mengenaskan di Pantai Paloh. (Foto: Doc/WWF Indonesia)

Jakarta: Kasus matinya puluhan penyu di Pantai Paloh, Sambas, Kalimantan Barat, cukup mengejutkan. Matinya satwa 'penjaga lingkungan' itu diduga akibat terdampak pencemaran dan kerusakan lingkungan di sekitarnya.

Kasubdit Pemanfaatan Jenis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nunu Anugrah mengatakan berdasarkan hasil nekropsi makroskopis, dalam bangkai penyu-penyu tersebut ditemukan cairan mirip dengan ter atau barang yang kerap digunakan untuk mengaspal jalan.

"Karena bentuknya sudah bangkai dan kita sulit menganalisis patologi atau penyakitnya, kita lakukan nekropsi makroskopis. Di situ terlihat adanya indikasi cairan menyerupai aspal," kata Nunu dalam Selamat Pagi Indonesia, Senin, 16 April 2018.

Nunu mengatakan pesisir Pantai Paloh Sepanjang 63 kilometer itu merupakan habitat persinggahan penyu terbesar di Kalimantan Barat. Kejadian matinya 21 ekor penyu dalam kurun waktu Februari-April 2016 adalah hal yang luar biasa.

Selain cairan ter dalam tubuh penyu, dugaan lain yang menyebabkan satwa-satwa tersebut mati adalah karena sampah yang termakan oleh penyu dan aktivitas pencarian ikan dengan alat tangkap yang tak layak.

Untuk mencegah semakin banyaknya kasus kematian penyu akibat kerusakan lingkungan, KLHK kata Nunu, akan melakukan konservasi terutama pada habitat yang merupakan jalur migrasi, habitat pakan, dan habitat peneluran. 

"Terpenting lainnya adalah memberantas perburuan dan perdagangan ilegal penyu dan mengurangi kematian dari aktivitas perikanan terutama turtle by catch serta peran masyarakat," katanya.

Sayangnya, konservasi yang harus dilakukan pemerintah dan lembaga terkait tak mudah. Berbagai persoalan lain seperti habitat penyu yang mulai turun atau kasus penangkapan ilegal penyu menjadi tantangan tersendiri. 

Karenanya, KLHK akan membuat struktur baru dalam mengelola kawasan ekosistem esensial di luar kawasan konservasi sebagai wilayah singgah penyu-penyu yang akan bermigrasi. 

"Penyu itu punya fungsi dan peran terhadap ekosistem. Menyehatkan biota laut lain karena mekanisme metabolismenya menjadi bagian dari rantai makanan biota laut dan menyehatkan terumbu karang. Makanya harus kita jaga karena setiap spesies diciptakan sesuai fungsi dan peranannya," kata dia.




(MEL)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SATWA LANGKA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 21-07-2018