Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp 3.686.055.402 (23 JULI 2018)

Karyawan RS Islam Samarinda Tolak Kosongkan Lahan

Muhammad Amin - 12 Juli 2018 19:59 wib
Karyawan RSI Samarinda menolak pengosongan lahan, Kamis 12 Juli 2018. (Metro Tv/Muhammad Amin)
Karyawan RSI Samarinda menolak pengosongan lahan, Kamis 12 Juli 2018. (Metro Tv/Muhammad Amin)

Samarinda: Ratusan orang berunjuk rasa di depan Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda di Jalan Gurami, Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka menolak pengalihan aset dari yayasan ke Pemerintah Provinsi Kaltim.

Pengunjuk rasa merupakan karyawan dan warga yang bergabung dalam aliansi peduli yayasan, Kamis, 12 Juli 2018. Mereka memajang spanduk dan menutup jalan di depan rumah sakit.

Direktur RSI Samarinda, dr Sadik Sahil, mengatakan masih ada hak yayasan yang harus diurusi oleh Pemprov. Yaitu ganti rugi senilai kurang lebih Rp43 miliar. Pasalnya, 30 tahun yang lalu RSI Samarinda adalah bekas Rumah Sakit Umum Daerah dengan kondisi rusak.

"Waktu itu, Gubernur Suwandi menyerahkan bangunan dengan kondisi tersisa 20 persen. Beberapa tokoh membangun kembali bangunan itu dengan jerih payah yang akhirnya bisa seperti ini. Jika pemerintah ingin mengambil alih maka harus membayarkan ganti rugi senilai 43 miliar," ujar Sadik di lokasi.

Kepala Satpol PP Provinsi Kaltim Gede Yusa mengatakan, ia hanya menjalankan tugas mengamankan aset pemerintah. Ia berbekal surat bernomor 028/2963/1293/VI/BPKAD untuk pengosongan lahan.

"Namun, saya menerima masukan-masukan dari pihak rumah sakit dan masyarakat," ujarnya.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG EKSEKUSI LAHAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-07-2018