DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Mandi Merang, Ritual Jelang Ramadan Warga Tangerang

Hendrik Simorangkir - 15 Mei 2018 20:09 wib
Ratusan warga Kampung Babakan, Kota Tangerang, menggelar ritual tahunan, yakni melakukan mandi dan keramasan masal di pinggir Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Ratusan warga Kampung Babakan, Kota Tangerang, menggelar ritual tahunan, yakni melakukan mandi dan keramasan masal di pinggir Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Banten. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Tangerang: Ratusan warga Kampung Babakan, Kota Tangerang, Banten, menggelar ritual mandi dan keramas tahunan jelang Ramadan. Warga mandi massal di Sungai Cisadane, Kota Tangerang.

Kegiatan tahunan tersebut telah dijalani masyarakat Tangerang sejak tahun 1990 sebagai tanda pembersihan diri menyambut datangnya Ramadan. Ritual yang disebut Keramas Merang ini diikuti oleh anak-anak, orang dewasa serta lansia.

Andra, 65, warga kampung setempat mengaku ritual mandi di sungai Cisadane sudah ada sejak dia masih kecil. Kala itu air sungai Cisadane masih jernih dan bersih.

"Enggak butek begini. Tapi, kami tetap menjalankannya karena ini sudah seperti tradisi bagi kami," ujar Andra, Selasa, 15 Mei 2018.


Bocah dari Tangerang Banten ikut ritual Mandi Merang. Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Ritual ini berawal dari kebiasaan warga yang melakukan keramas dengan menggunakan merang. Merang adalah olahan bekas tangkai padi yang digunakan sebagai pengganti sampo dan sabun.

Mandi Merang merupakan salah satu bentuk tradisi masyarakat Betawi. Batang padi itu dibakar lalu direndam. Selanjutnya, dioleskan ke seluruh tubuh lalu dibilas dengan air.

"Nenek kakek kami pakai merang buat keramas. Tapi sekarang sudah dicampur, ada yang pakai sampo, ada yang pakai merang. Soalnya, merang ini susah dicari," ungkapnya.

Ritual siraman itu tidak hanya dimaksudkan untuk membersihkan badan. Tetapi jado simbol membersihkan 'hati'.

Masyarakat yang masih melakukan tradisi ini menganggap kegiatan keramas bersifat wajib. Jika membersihkan diri sebelum Ramadan, mereka percaya ibadah akan menjadi lebih khusyuk.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG RAMADAN 2018
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-10-2018