Operasi Ramadniya 2017 Dimulai Serentak di Seluruh Indonesia

Nurul Hidayat, Iswahyudi, Budi Warsito, Syaikhul Hadi, Mulyadi Pontororing - 19 Juni 2017 15:22 wib
Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Jombang, Jawa Timur -- MTVN/Nurul Hidayat
Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya 2017 di Jombang, Jawa Timur -- MTVN/Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 167.147 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran dalam Operasi Ramadniya 2017. Jumlah tersebut terdiri dari personel Mabes Polri 2.956 orang, 97.444 anggota dari sejumlah polda, 13.131 dari TNI, 9.778 dari Dinas Perhubungan, 11.720 anggota Satpol PP, 9.128 anggota Dinas Kesehatan, dan 22.990 anggota Pramuka.

Pada pengamanan arus mudik dan arus balik, akan disiagakan 3.097 pos pengamanan, 1.112 pos pelayanan, dan tujuh pos terpadu di seluruh Indonesia. Selain itu, akan ada tujuh pos cek poin sepeda motor yang bertugas menyaring pengendara motor yang melanggar aturan.

Sejumlah ancaman yang diantisipasi dalam Operasi Ramadniya 2017, yakni terorisme, pencurian dengan kekerasan dan sweeping ormas. Kecelakaan karena petasan, kecelakaan lalu lintas, serta kemacetan arus mudik dan arus balik juga menjadi fokus petugas.

Hari ini, digelar apel pasukan Operasi Ramadniya 2017 serentak di seluruh daerah di Indonesia. Di Jombang, Jawa Timur, sebanyak 921 pasukan gabungan dari Polri dan TNI dikerahkan. Sejumlah armada dan perlengkapan yang akan digunakan dipampang saat gelar apel pasukan di Alun-alun Jombang.

"Tujuan utama dari operasi ini adalah penurunan angka kecelakan lalu lintas dari tahun sebelumnya serta mencegah tindak kriminalitas. terutama dari aksi pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, serta pencurian kendaraan bermotor," kata Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko usai apel pasukan, Senin 19 Juni 2017.

Nyono menjelaskan, seluruh personel akan disebar di sejumlah posko pelayanan dan pantauan yang tersebar di Kabupaten Jombang. Mereka akan bertugas selama 16 hari ke depan.

Di Sidoarjo, Jawa Timur, ratusan personel ditempatkan di berbagai titik rawan kejahatan, kecelakaan, maupun kepadatan arus lalu lintas. Sedikitnya, ada delapan pos pengamanan dan dua pos pelayanan.

Titik Pengamanan akan difokuskan dibeberapa area, misal Perbatasan Sidoarjo-Mojokerto, Sidoarjo-Surabaya, Sidoarjo-Pasuruan, Jalan Raya Waru, Jalan Raya Porong, Jalan Raya taman, dan lain-lain. Sementara, pos pelayanan didirikan di kawasan Tarik dan Balongbendo.

"Harapannya, pos-pos tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat saat mudik lebaran," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji.

Kapolresta Sidoarjo juga telah memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk melakukan himbauan kepada masyarakat yang hendak mudik lebaran untuk berkoordinasi sebelum meninggalkan rumahnya.

"Harapannya, rumah-rumah yang akan ditinggalkan oleh pemudik bisa dititipkan kepada aparat setempat. Sehingga bentuk kejahatan disaat mudik lebaran bisa di minimalisir," tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengijinkan masyarakat untuk menitipkan barang berharga di Mapolresta Sidoarjo maupun Mapolsek setempat. Misal kendaraan pribadi atau barang berharga lainnya.

Sementara, di Nias, Sumatera Utara, sekitar 256 personel disiagakan untuk pengamanan Lebaran. Selain itu, didirikan satu posko di Polres Nias dan tujuh posko yang disebar di sejumlah titik sebagai upaya pengamanan terhadap masyarakat.

"Ada dua lokasi yang diperketat pengamannya, yakni Pelabuhan Angin dan Bandara Binaka Gunungsitoli," kata Kapolres Nias AKBP Erwin Horja Sinaga.

Sedangkan, di Kendal, Jawa Tengah, sebanyak 900 petugas gabungan siap mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2017. Petugas akan disebar di lebih dari 25 pos pengamanan mulai H-7 Idul Fitri.

"Petugas akan enempati pos masing-masing hingga H+7 Lebaran," kata Kapolres Kendal AKBP Firman Darmansyah.

Firman menambahkan, kemungkinan akan terjadi kemacetan di jalur pantura Weleri setelah pintu keluar Tol Gringsing difungsikan. Sehingga, disiapkan petugas untuk mengurai kemacetan.

''Kami juga akan menutup sejumlah bukaan jalan, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan dari arah Jakarta. Jalur di depan Pasar Cepiring kami prioritaskan untuk arus mudik. Tidak boleh ada kendaraan yang melakukan putar balik di sepanjang kawasan tersebut,'' pungkasnya

Di Sulawesi Utara, sebanyak 1.609 personel disiapkan mengamankan Idul Fitri 1438 Hijriah. Selain itu, sebanyak 64 pos taktis pelayanan dan pengamanan disediakan.

"Di pos tersebut semua petugas disediakan, dari dokter, Dishub, Basarnas, dan lain-lain," kata Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Sulut.

Tompo menjelaskan, Polda dan Polres juga membentuk tim tindak pidana premanisme. "Jadi, sasarannya tindak pidana premanisme, seperti oknum-oknum yang sering meminta jatah preman. Itu akan ditindak. Selain itu, juga untuk mencegah aksi-aksi kejahatan lainnya," pungkasnya.


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG LEBARAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 24-10-2017