Pemda tak Serius Dukung Program Tenaga Kesehatan Daerah

Sri Yanti Nainggolan - 12 Januari 2018 15:05 wib
Ilustrasi. MTVN/M Rizal
Ilustrasi. MTVN/M Rizal

Jakarta: Kementerian Kesehatan melaksanakan program kesehatan khusus untuk daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) di 2017. Walau demikian, program tersebut kadang tidak serius didukung pemerintah daerah setempat.

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan Kemenkes Usman Sumantri, menyebut program DTPK 2017 belum dievaluasi karena para peserta baru selesai melaksanakan tugas.

"Untuk WKDS, yang tahun lalu mengirimkan 870 orang, belum ada masalah besar. Hanya ada kerikil-kerikil kecil seperti peserta yang belum mendapatkan dukungan insentif dari daerah," ujar Usman saat dihubungi Medcom.id pada Kamis, 11 Januari 2018.

Selain mendapatan insentif dari Kemenkes, peserta WKDS seharunya juga mendapatkan insentif dari pemerintah daerah. Ini adalah salah satu syarat dimana suatu daerah bisa dijadikan sebagai lokasi penempatan.

"Daerah harus memberikan inesntif dan fasilitas standar pada peserta, seperti rumah. Untuk penempatan spesialis (WKDS), disesuaikan dengan infrastruktur di daerah itu, dimana ruangan dan alat sudah siap," tambah Usman.

Kemenkes menjalankan program Nusantara Sehat (NS), Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) selama satu tahun dan Penugasan Khusus Residen selama enam bulan. Ketiga program ini sengaja dibuat untuk meningkatkan kualitas kesehatan di daerah pelosok.

Program Nusantara Sehat dibagi atas NS Berbasis Tim dan NS Individu, telah dijalankan sejak 2015. NS Berbasis Tim rata-rata berisi tujuh tenaga kesehatan, sedangkan NS Individu berjumlah kurang dari lima orang. Kedua program ini telah berjalan selama dua tahun,

Untuk tahun 2017, Kemenkes mengirimkan para peserta NS, WKDS, dan Penugasan Khusus Residen ke berbagai DTPK dengan dominasi bagian timur Indonesia sebanyak 60 persen. Selain itu, beberapa daerah barat juga mendapat perhatian khusus seperti Natuna yang merupakan daerah perbatasan dan Kepulauan Riau.


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KESEHATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-01-2018