Obat yang Beredar di Kendari Bertuliskan PCC

Abdul Halim Ahmad, Laela Badriyah - 14 September 2017 12:04 wib
Ilustrasi overdosis obat-obatan terlarang, MTVN - M Rizal
Ilustrasi overdosis obat-obatan terlarang, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Kendari: Polisi dan Badan Narkotika Nasional tengah menyelidiki zat berbahaya yang mengakibatkan puluhan anak dirawat intensif di Kendari, Sulawesi Tenggara. Satu korban yang mengonsumsi obat tersebut meninggal.

Kabag Humas BNN Sulistiandriatmoko mengatakan korban mengonsumsi obat yang bertuliskan Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC). Saat ini, kasus tersebut dalam pemantauan BNN RI, Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Kota Kendari.

"Saat ini, Balai Laboratorium Narkotika BNN, BNNP dan BNNK sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat dan BPOM wilayah setempat untuk memeriksa kandungan obat bertuliskan PCC tersebut," kata Sulistiandriatmoko melalui keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 14 September 2017.

Menurut Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari dr Abdul Razak, korban yang mengonsumsi obat tersebut mengalami hilang ingatan dan berbicara tak karuan. Beberapa diantaranya bahkan mengamuk.

"Akhirnya kami ikat di tempat tidur," ujar Razak di Kendari, Kamis 14 September 2017.

RSJ Kendari, kata Razak, menerima 44 pasien sejak kemarin. Namun 22 korban dipulangkan karena tim medis menyatakan mereka sudah sadarkan diri.



(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OBAT BERBAHAYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017