BPBD Tanbu Imbau Warga Waspadai Kebakaran Hutan

Antara - 22 Agustus 2016 06:31 wib
Ilustrasi kebakaran hutan/ANT/Fikri Yusuf
Ilustrasi kebakaran hutan/ANT/Fikri Yusuf

Metrotvnews.com, Batulicin: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mengimbau masyarakat setempat mewaspadai kebakaran lahan dan hutan. Datangnya musim kemarau membuat kondisi lahan dan hutan relatif lebih kering.

"Semak belukar dan rerumputan di lahan dan hutan mudah terbakar sehingga harus diwaspadai," kata Kepala BPBD Tanbu Mariani melalui Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan, Abdul Rahim di Batulicin, Senin (22/8/2016).

Ia mengimbau masyarakat pemilik lahan yang banyak ditumbuhi semak maupun tanaman lain tak melakukan pembakaran. Tak hanya larangan pembakaran, masyarakat juga diminta bisa mengantisipasi melalui upaya pencegahan kebakaran dengan aktif menjaga lahan kosong dan hutan.

"Kawasan lahan dan hutan yang banyak ditumbuhi semak maupun tanaman saat musim kemarau sangat berpotensi terjadi kebakaran, karena kekeringan yang sangat terasa terutama siang hari sehingga rumput dan semak kering mudah terbakar akibat saling bergesekan," kata dia.

Wilayah ini memang diketahui rawan kebakaran lahan dan hutan. Musim kemarau 2015, 504 hektare lahan dan hutan di Kabupaten Tanah Bumbu hangus terbakar, 195 hektare terbakar di Kecamatan Simpang Empat, 53 hektare terbakar di Kecamatan Batulicin, 34 hektare terbakar di Kecamatan Kusan Hilir, 211 hektare di Kecamatan Satui, dan 10 hektare di Kecamatan Karang Bintan.

Ia tak ingin kondisi itu terukang. Semua pihak diharapkan bekerja sama menjaga lahan. "Sampai saat ini BPBD Tanah Bumbu dan instansi terkait terus melakukan pengawasan dan memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat untuk mengatisipasi terjadinya kebakaran dengan memberikan sosialisasi terkait larangan membekar lahan dan hudan dimusim kemarau," ucap dia.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KEBAKARAN HUTAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 24-01-2018