DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemkot Mataram Percepat Pembangunan Hunian Tetap

Antara - 08 November 2018 20:18 wib
Sejumlah relawan membangun hunian sementara (huntara) bantuan Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang diperuntukkan bagi korban gempa di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/10/2018). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah.
Sejumlah relawan membangun hunian sementara (huntara) bantuan Pemerintah Daerah Jawa Tengah yang diperuntukkan bagi korban gempa di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/10/2018). ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah.

Mataram: Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terus melakukan percepatan pembangunan hunian tetap. Pembangunan untuk para korban gempa bumi tersebut dimaksudkan agar tidak timbul masalah baru saat musim hujan.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, upaya percepatan pembangunan hunian tetap baik berupa rumah instan sederhana sehat (Risha) maupun rumah instan konvesional (Riko), melalui komunikasi intensif dengan aplikator dan distributor.

"Kelompok masyarakat (pokmas) terus kami fasilitasi dengan aplikator dan distributor agar segera melakukan perjanjian kerja sama untuk mempercepat distribusi kebutuhan bahan bangunan," kata Lalu seperti dilansir Antara, Kamis, 8 November 2018.

Hal itu, menurut Lalu, termasuk untuk pokmas Risha, sebab selain harus bekerja sama dengan aplikator sebagai penyedia panel, pokmas Risha juga perlu membuat perjanjian kerja sama dengan distributor.

"Risha tidak akan bisa ditempati, jika tidak dilengkapi dengan baja ringan, atap, lantai, pintu dan jendela, sehingga pokmas Risha juga harus membuat perjanjian kerja sama dengan distributor," jelas Lalu.

Lalu menilai, percepatan pembangunan hunian tetap ini menjadi prioritas, karena jika warga masih tetap pada posisi tinggal di hunian sementara maka persoalan dan masalah baru kemungkinan akan timbul. Apalagi saat datangnya hujan.

Namun demikian, katanya, sejauh ini masalah-masalah seperti yang dihadapi para pengungsi di Lombok Utara dan Lombok Timur, tidak ada terjadi di Kota Mataram.

Menurut dia, karena pengungsi di Mataram hanya sebagian kecil yang tinggal di hunian sementara, apalagi sebanyak 825 kepala keluarga (KK) yang rumahnya sudah dirobohkan untuk dibangunkan Risha dan Riko sudah berinisiatif mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

"Namun hal itu tetap menjadi bagian yang kita pikirkan, dengan terus memantau secara menyeluruh kondisi di lapangan sambil berjalan," ungkap Lalu.


(DEN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GEMPA DONGGALA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 21-11-2018