Pengungsi Gempa Lembata Lebih 2.000 Jiwa

Antara - 13 Oktober 2017 11:38 wib
Batu berguling setelah gempa berkekuatan 4,9 SR mengguncang Lembata pada 10 Oktober 2017, MI - Alexander P Taum
Batu berguling setelah gempa berkekuatan 4,9 SR mengguncang Lembata pada 10 Oktober 2017, MI - Alexander P Taum

Metrotvnews.com, Kupang: Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menyatakan tanggap darurat bencana gempa. Gempa yang mengguncang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan ribuan warga mengungsi.

Baca: Lembata Berlakukan Tanggap Darurat Gempa

Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur mengatakan, hingga Kamis 12 Oktober 2017, pemerintah setempat mencatat 2.172 pengungsi. Lantaran itu, status tanggap darurat diterbitkan untuk menangani pengungsi.

"Karena itu kami mengeluarkan pernyataan bencana," kata Bupati di Kupang, Jumat 13 Oktober 2017.

Alasan lain yaitu struktur permukaan didominasi batu bolder. Sehingga struktur tanah tak saling mengikat dan ambruk menimpa rumah warga.

Gempa yang terjadi sejak tiga hari lalu, lanjut Bupati, berintensitas kecil. Tapi porositas tanah tak kompak sehingga longsor terjadi. Bebatuan juga terus berjatuhan. 

"Sampai saat ini kami masih terus berkonsentrasi mengevakuasi warga. Untuk perbaikan rumah warga kami akan lakukan setelah semuanya aman," tambahnya.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola mengatakan mendistribusikan bantuan untuk pengungsi. Menurut Thomas, pengungsi membutuhkan peralatan mandi, selimut, perlengkapan kebutuhan perempuan dan balita.

"Pengungsi juga membutuhkan buku bacaan untuk anak-anak," kata Thomas.

Data di Posko Induk Operasi Tanggap Darurat Gempa Lembata yaitu 2.172 pengungsi. Mereka tersebar di lima titik pengungsian yaitu Desa Tanjung Tuak; Kantor Camat Ile Ape di Desa; Laranwutun;  Kota Lewoleba; dan Kedang.

Para pengungsi berasal dari 10 desa yaitu Napasabok; Lamagute; Waimatan; Lamawolo; Jontona; Lamatokan; Bunga Muda; Lamawara; dan Aulesa. 


(RRN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GEMPA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-10-2017