Korban Tewas Teroris di Surabaya Tinggalkan Kenangan Manis

Hendrik Simorangkir - 15 Mei 2018 17:23 wib
Kedatangan jenazah Legita Lim Gwan Ni di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang diwarnai isak tangis.
Kedatangan jenazah Legita Lim Gwan Ni di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang diwarnai isak tangis.

Tangerang: Legita Lim Gwan Ni, 56, satu dari 14 korban tewas dari ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, dikenal sebagai sosok yang murah senyum dan sangat ramah, selain itu dia juga aktif dalam kegiatan gereja di Tangerang.

Ketua Pengembangan Seksi Sosial Ekonomi gereja Rudi Suwandi mengatakan, Legita dan anaknya Max Praeira Teja merupakan sosok yang aktif di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Tangerang.

"Mendiang jemaat kita, salah satu pengurus dari wanita katolik dan sebagai wanita dari kepengurusan cabang Tangerang. Anaknya juga Max Prawira Teja aktif juga di gereja, bahkan ia sebagai pengurus juga disini (gereja)," ujar Rudi di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Tangerang, Selasa 15 Mei 2018. 

Selain menjadi aktifis gereja, mendiang Legita juga dikenal sebagai sosok yang ramah senyum juga periang.

"Ia dikenal baik dan bersahaja, sosok luar biasa tidak membedakan orang, semua sama dimatanya. Bahkan kalau ketemu sama dia, pasti dia senyum duluan dan sapa duluan. Semua merasa kehilangan yang luar biasa, tapi tuhan berkata lain," kata Rudi.

Jenazah mendiang Legita tiba di Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, sekira pukul 15.00 WIB. Kedatangan jenazah pun langsung dilakukan kegiatan misa atau ibadah untuk mendoakan mendiang.



(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 24-05-2018