Sulsel tak Butuh Beras Impor

Andi Aan Pranata - 12 Januari 2018 14:07 wib
Buruh mengangkut beras di Gudang Bulog Sulsel. Medcom.id/Andi
Buruh mengangkut beras di Gudang Bulog Sulsel. Medcom.id/Andi

Makassar: Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan stok beras di Sulawesi Selatan mencukupi kebutuhan masyarat hingga berbulan-bulan ke depan. Daerah ini diklaim bebas dari kebutuhan beras impor, yang tengah direncanakan pemerintah pusat.

Kepala Divisi Regional Perum Bulog Sulsel Dindin Syamsuddin mengungkapkan, saat ini stok beras di daerahnya mencapai 80 ribu ton. Jumlah itu melimpah, mengingat kebutuhan beras masyarakat setempat berkisar 15 ribu ton per tiga bulan.

“Stok kita aman. Tidak ada sejarahnya Sulsel impor beras. Kita bahkan selalu mengirim ke daerah lain,” kata Dindin usai melepas tim Operasi Pasar Beras Medium di Makassar, Sulsel, Jumat 12 Januari 2018.

Dindin mengatakan, di gudang Bulog Sulsel terdapat sekitar 65 ribu ton yang bisa dikirimkan ke luar daerah. Pengiriman tidak jadi masalah, karena di saat bersamaan juga masuk serapan beras dari petani. Di tahun 2018, pihaknya menargetkan penyerapan 170 ribu ton beras.

“Untuk penyerapan beras pun tidak ada hambatan, karena kita sudah lakukan pembelian dengan pola komersil yang menguntungkan petani,” ujar Dindin.

Dindin menyebut dalam beberapa tahun terakhir Bulog Sulsel mengirimkan total 300 ribu ton beras ke luar daerah. Tujuannya hampir di seluruh Indonesia. Antara lain Sumatera kecuali Lampung, Jawa kecuali Jawa Timur dan Jawa Tengah, Papua, Bali, Nusa Tenggara, dan lainnya.

“Permintaan terbesar ada di Papua. Pengiriman terbaru untuk wilayah Aceh,” dia melanjutkan.

Pada Operasi Pasar, Bulog Sulsel melepaskan beras premium dengan harga eceran tertinggi Rp9 ribu. Sejauh ini telah digelontorkan hampir 100 ton ke pasar. Dindin mengatakan pihaknya tidak memperkirakan berapa target jumlah beras yang bakal dilepas dalam operasi ini.

“Berapa pun kebutuhan pasar, yang jelas stok kita selalu cukup. Berapa pun pasar butuhkan, kita siap gelontorkan,” katanya.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-04-2018