Korban Penyalahgunaan Obat di Kendari Bertambah Jadi 50 Orang

Antara - 14 September 2017 10:17 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Kendari: Korban penyalahgunaan obat di Kendari, Sulawesi Tenggara, bertambah menjadi 50 orang. Mereka mengalami gangguan mental setelah mengonsumsi obat.

"Kemarin pagi dalam pendataan kami hanya sekitar 30 orang. Tadi malam, sudah berambah menjadi 50 orang," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendari Murniati, Kamis 14 September 2017.

Murniati mengatakan, pihaknya bersama unsur terkait terus melakukan pendataan di beberapa rumah sakit ketika ada pasien yang masuk dengan gejala yang sama. "Para korban ini megalami gejala seperti orang tidak waras, mengamuk, berontak, dan ngomong tidak karuan setelah mengkonsumsi obat yang mengandung zat berbahaya itu. Sehingga, sebagian harus diikat," terangnya.

(Baca: 13 Anak Dirawat di RSJ Kendari setelah Minum Obat)

Menurut Murniati, pengakuan beberapa korban yang sudah ditangani dan dikembalikan ke rumahnya, bahwa mereka mendapatkan obat itu dari oknum yang tidak dikenal. Obat itu ada yang dalam bentuk cair untuk kemudian dicampur ke dalam minuman, ada juga dalam bentuk tablet.

"Sampai saat ini, kami belum bisa pastikan jenis obat apa yang dikonsumsi," tuturnya.

Sebagian besar korban, lanjut Murniati, adalah anak usia sekolah atau remaja, mulai pelajar SD, SMP dan SMA. Ada pula ibu rumah tangga dan pegawai.

"Bahkan, satu korban yang masih kelas VI SD meninggal karena mengkonsumsi jenis obat tersebut, setelah sebelumnya mendapat perawasan di rumah sakit," katanya.

Murniati menganggap, kondisi itu adalah kejadian luar biasa. Sebab, hanya dalam waktu dua hari, ada 50 korban pengaruh obat terlarang dengan gejala yang sama dan berasal dari beberapa titik di Kendari.

"Kami masih terus melakukan pemantauan di sejumlah rumah sakit, terutama di Rumah Sakit Jiwa Kendari, karena tidak menutup kemungkinan masih akan terus bertambah orang yang datang membawa keluarganya karena mengalami gelaja yang aneh," katanya.

(Baca: BNN: Kendari Darurat Narkoba)


(NIN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OBAT BERBAHAYA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017