Pejabat Bulog Bolmong Terkena OTT

Mulyadi Pontororing - 13 Februari 2018 15:39 wib
Oknum pejabat Perum Bulog Sub Drive Bolmong berinisial BM alias Bernard saat terjari OTT pihak Polres Bolmong bekerja sama dengan Kodim 1303 Bolmong, Sulut. Foto: Istimewa
Oknum pejabat Perum Bulog Sub Drive Bolmong berinisial BM alias Bernard saat terjari OTT pihak Polres Bolmong bekerja sama dengan Kodim 1303 Bolmong, Sulut. Foto: Istimewa

Manado: Penyidik Polres Bolaang Mangondow (Bolmong) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Bulog Divre Bolmong berinisial BM alias Bernard di salah satu kamar hotel di Kotamobagu Senin sore, 12 Februari 2018. Dalam OTT itu polisi menyita uang Rp30 juta yang diduga akan digunakan untuk menyuap oknum aparat dan barang bukti ribuan karung beras sejahtera (rastra) di salah satu gudang penadah.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Bolmong, Sulawesi Utara, Ronny Rasyid mengaku kaget saat tahu anak buahnya tertangkap tangan. OTT dilakukan Polres Bolmong bekerja sama dengan Kodim 1303 Bolmong.

Menurut Rasyid, dia baru mengetahui adanya OTT setelah pemberitaan tersebut menyebar di media sosial dan media cetak tadi pagi.

"Saya kaget pas lihat koran tadi pagi ada OTT terhadap anak buah saya. Soalnya tidak ada informasi dari pihak kepolisian terkait ini," kata Rasyid, saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 13 Februari 2018.

Saat ini, kata dia, pihaknya juga belum menerima informasi resmi dari kepolisian terhadap OTT tersebut. Namun, dia menegaskan pihaknya akan menginvestigasi kasus ini.

"Langkah kami selanjutnya adalah menginvestigasi penyaluran beras. Kami juga berkoordinasi dengan aparat terkait kasus ini," ujarnya.

Terkait ribuan bungkus karung gabah tahun 2017 yang ditemukan aparat di gudang penyimpanan penadah, dia mengatakan Bulog Bolmong tak berurusan dengan penyaluran gabah.

"Kami tidak menangani gabah. Jadi, itu bukan kewenangan kami. Untuk penyaluran rastra tahun 2017, semua sudah tersalurkan ke seluruh Bolaang Mongondow Raya," pungkasnya.

Seret Oknum Polisi

Kasus penimbunan rastra itu diduga turut menyeret oknum aparat hukum. Hal itu pun masih diselidiki pihak Polres Bolaang Mongondow.

Kapolres Bolmong AKBP Gani Siahaan mengatakan pihaknya masih mendalami oknum-oknum lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Sebab, menurutnya tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka lain dalam kasus ini.

“Hal ini sudah kita (TNI-Polri) lakukan penyelidikan secara bersama-sama. Dan pada akhirnya benar salah seorang penyelenggara negara melakukan tindakan koruptif. Kami kenakan pasal tindak pidana korupsi terhadap perkara ini dan kita akan kembangkan,” kata Siahaan.

Mantan Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulut ini juga mengatakan, pihaknya akan mengecek kembali pokok kasus ini, mulai dari penyelidikan sampai operasi tangkap tangan.

“Uang Rp30 juta diduga akan dipakai tersangka untuk menyuap dan memuluskan perbuatannya. Ini yang akan kami telusuri juga," bebernya.

Sementara itu, Dandim 1303 Bolmong Letkol Inf Sigit Dwi Cahyono mengungkapkan, dilakukannya OTT ini berawal saat dirinya mendapat informasi dari Komandan Korem terkait ketahanan pangan menyangkut masalah serapan gabah, yang di dalamnya ada peranan dari Bulog.

“Begitu saya masuk di Bolmong, saya melaksanakan elisitasi dan mengumpulkan keterangan. Dan ternyata ada indikasi ada pejabat yang akan terlibat dalam tindak pidana korupsi," ungkap dia.

Dugaan itu, katanya, kemudian langsung ditindaklanjuti dengan tindakan awal mengecek ke gudang Bulog. Namun tak menemukan kejanggalan.

"Namun kami tetap kembangkan lagi kepada penadahnya. Begitu ke penadahnya kami cek ternyata ada di gudangnya. Waktu itu pun saya bekerja sama dengan Bapak Kapolres dan saat ini sudah di-police line,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan, barang bukti beras raskin yang akan diselundupkan oknum pejabat Bulog tersebut, kurang lebih satu gudang, serta bungkus-bungkus beras gabah tahun 2017 kurang lebih 1.500 karung.

“Jadi kemasannya dari karung bulog diganti dengan karung lain. Dan beras tersebut akan mereka jual ke Minahasa Selatan dan  Gorontalo,” ungkapnya.


(ALB)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA DAERAH
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 21-05-2018