DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 12.710.947.522 (17 AGUSTUS 2018)

Korupsi di Bea Cukai Malang Harus Diusut Tuntas

Whisnu Mardiansyah - 07 Maret 2018 15:48 wib
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem Taufiqul Hadi/MI/Rommy Pujianto
Anggota Komisi III dari Fraksi Partai NasDem Taufiqul Hadi/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Anggota Komisi III DPR Taufiqul Hadi meminta Kejaksaan Agung mengusut tuntas kasus korupsi yang diduga melibatkan eks Kepala Bea Cukai Malang, Jawa Timur, Sugeng Apriyanto. Negara merugi hingga Rp22,7 miliar dalam kasus pengemplangan pajak ekspor impor itu.

"Ini adalah sebuah korupsi yang besar sekali dan membuat kerugian negara yang cukup besar. Kita mendukung dan mendorong Kejaksaan Agung untuk membongkar. Sehingga menjadi jelas semua siapa pelaku dan bagaiamana modusnya," tegas Taufiq kepada Medcom.id, Rabu, 7 Maret 2018.

Politikus NasDem itu menjelaskan terungkapnya kasus menjadi pintu masuk  membongkar modus operandi korupsi di sektor ekspor-impor. Bukan tidak mungkin hal serupa ditemukan di kantor bea cukai lainnya.

"Modus ini akan membawa kejaksaan kedalam kasus-kasus lain di sektor bea dan cukai. Maka akan mendorong Kejaksaan Agung melihat bea cukai yang lainnya," ucap dia.

Melihat bukti yang cukup kuat, kata Taufiqul Hadi, sepatutnya kasus ini dinaikkan ke tingkat penyidikan. Jangan sampai justru terkatung-katung.

"Tidak boleh berlama-lama. Kami Komisi III sepenuhnya mendukung," tegas dia.

Kejaksaan Agung membongkar dugaan kasus korupsi senilai puluhan miliar rupiah di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Malang, Jawa Timur. Aparat membidik mantan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Malang, Sugeng Apriyanto dan kurator perusahaan PT Sido Bangun Plastic Factory sebagai aktor intelektual dibalik penggembosan penerimaan  negara  pada kasus korupsi tersebut.

Hal itu terungkap dalam Surat Perintah Penyelidikan Nomor : 71/F.2/Fd.1/09/2017 yang diterbitkan pada 29 September 2017. Dalam Surat Perintah Penyelidikan tersebut, Kejagung menuding Sugeng dan sang kurator bersekongkol melakukan pembobolan penerimaan kas negara sebesar Rp22,7 miliar dengan cara memanipulasi pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) PT Sido Bangun Plastic Factory.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-08-2018