DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Adik Inneke Koesherawati Diduga Tahu Soal Pemesanan Mobil

Juven Martua Sitompul - 09 Agustus 2018 03:10 wib
Adik Inneke Koesherawati, Ike Rahmawati. (ANT/Hafidz Mubarak)
Adik Inneke Koesherawati, Ike Rahmawati. (ANT/Hafidz Mubarak)

Jakarta: Ike Rahmawati, adik artis Inneke Koesherawati diduga tahu banyak soal pemberian mobil kepada tersangka bekas Kalapas Sukamiskin Wahid Husen (WH). Mobil itu bagian suap dari terpidana korupsi Fahmi Darmawansyah, yang merupakan suami dari Inneke untuk mendapat sejumlah fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin.

Menurut juru bicara KPK Febri Diansyah, pengetahuan Ike soal mobil merupakan salah satu materi yang didalami penyidik dari pemeriksaannya hari ini. Ike diduga mengetahui prossa pemesanan hingga pengantaran mobil tersebut.

"Kami perlu mengkonfirmasi terkait dengan bagaimana proses pemesanan mobil dan pengantaran mobil yang diduga sebagai objek suap pada tersangka WH (Wahid Husen) pada saat itu," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Selain Ike, untuk mengusut terang kasus ini penyidik juga memeriksa seorang swasta bernama Deni Marchtin Boedhyarta Oeoen. Dalam pemeriksaan, tim penyidik mencecar Deni soal dugaan suap lain yang diterima Wahid.

"Sedangkan pada saksi lain tentu kami mengkonfirmasi sejauh mana pengetahuan saksi terkait dengan penerimaan penerimaan oleh tersangka," pungkasnya.

KPK sebelumnya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keempat tersangka itu yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Wahid diduga telah menerima dua unit mobil yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar serta uang senilai Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian itu diduga imbalan dari Fahmi yang telah mendapatkan fasilitas sel kamar mewah di Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya, Wahid dan stafnya selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Sedangkan, Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


(LDS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018