Lewat Panggilan Video, Novel Minta Pemerintah Bentuk TGPF

Juven Martua Sitompul - 12 Oktober 2017 08:00 wib
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memperlihatkan gawai yang melakukan sambungan panggilan video dengan Novel Baswedan. MTVN/Juven Martua Sitompul.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memperlihatkan gawai yang melakukan sambungan panggilan video dengan Novel Baswedan. MTVN/Juven Martua Sitompul.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mempertanyakan kelanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. Dia meminta pemerintah segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut aktor intelektual dari insiden tersebut.

Hal itu disampaikan Novel langsung dari Singapura melalui sambungan panggilan video dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan sejumlah perwakilan Koalisi Peduli KPK di gedung KPK.

"Saya juga ingin sampaikan masalah ini (teror) sampai sekarang belum diungkap dan saya juga belum mendengar rencana selanjutnya masalah lainnya yaitu dibentuk TGPF," kata Novel dalam sambungan panggilan video tersebut, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Koalisi Peduli KPK mendatangi gedung KPK dalam rangka memberi dukungan kepada Novel karena sampai saat ini polisi belum juga mengungkap dalang di balik penyiraman air keras. Padahal, kasus ini sudah berjalan selama enam bulan, namun polisi belum mampu mengungkap siapa pelaku ataupun otak penyiraman Novel.

Atas dukungan itu, Novel menyampaikan banyak terimakasih. Khususnya, kepada seluruh lapisan masyarakat yang mendukung dan mendoakan kesembuhannya.

"Saya ucapkan terima kasih atas dukungan terkait apa yang menimpa kepada saya penyerangan yang dilakukan pada enam bulan lalu," ujar dia.

Di hadapan koalisi dan awak media, penyidik senior KPK ini menegaskan penyiraman air keras itu tidak akan menghentikan semangatnya dalam memberantas tindak pidana korupsi di tanah air. Menurutnya, insiden naas itu resiko seorang penyidik KPK.

"Selain itu saya ingin sampaikan kepada semua pihak yang concern dengan pemberantasan korupsi kita harus terap semangat, berani dan menjaga dalam rangka perjuangan melawan korupsi," tuntas Novel.

 


(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NOVEL BASWEDAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017