Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.659.184.273 (20 JULI 2018)

KPK Siapkan Langkah Hukum Lain Buat Fredrich

Juven Martua Sitompul - 13 Januari 2018 00:01 wib
Mantan pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi. Foto: MI/Arya Manggala
Mantan pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi. Foto: MI/Arya Manggala

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyiapkan langkah hukum lain terhadap advokat Fredrich Yunadi, yang tidak memenuhi panggilan penyidik pada Jumat, 12 Januari 2018. Fredrich tidak hadir dengan alasan meminta waktu untuk mengikuti proses kode etik oleh Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi).

"Jadi kami akan membicarakan lebih lanjut apa tindakan hukum yang dilakukan setelah tadi kami tunggu saudara FY sampai sore tadi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat 12 Januari 2018.

Menurut Febri, dari dua tersangka yang dipanggil, hanya dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo yang hadir dalam pemeriksaan. Fredrich dan Bimanesh dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka kasus merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Setya Novanto.

"Hanya satu tersangka yang hadir tadi," ujar dia.

Febri mengatakan, pihaknya menghormati proses pemeriksaan kode etik yang dilakukan Peradi terhadap Fredrich ataupun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terhadap Bimanesh. Namun, dia menegaskan pemeriksaan tidak boleh menghambat proses hukum yang berjalan di KPK.

Baca: KPK Ultimatum Fredrich

"Kami hargai proses pemeriksaan etik yang berjalan di sana, namun proses hukum tetap akan berjalan," ucap dia.

Febri mengatakan, KPK telah menerima surat permintaan penundaan pemeriksaan dari tim hukum Fredrich. Bahkan, lembaga Antirasuah telah membalas surat itu dengan penegasan bahwa penyidikan kasus ini terus berlanjut.

Baca: Fredrich Yunadi Tak Penuhi Panggilan KPK

"Kemaren ada surat yang kita terima dan kami sudah sampaikan juga proses etik. Silakan saja berjalan, proses (hukum di KPK) tetap berjalan," pungkas Febri.

KPK menetapkan advokat Fredrich Yunadi dan Bimanesh Sutarjo, dokter RS Permata Hijau. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Setya Novanto.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(DMR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 20-07-2018