Pelaku Cari Target Penyerangan Gereja dari Internet

Arga sumantri - 13 Februari 2018 16:03 wib
Gereja St Lidwina/ANT/Andreas Fitri Atmoko
Gereja St Lidwina/ANT/Andreas Fitri Atmoko

Jakarta: Suliono, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina di Bedog, Sleman, Yogyakarta terpapar paham radikal dari internet. Ia juga menjadikan Gereja Santa Lidwina sebagai target setelah melihat referensi dari internet. 

"Dia melihat-lihat internet di mana gereja yang dekat-dekat situ. Di mana dia bisa beli senjata, info yang kita terima seperti itu," beber Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Februari 2018.

Setyo mengatakan, Suliono memang sudah beberapa hari tinggal di sekitar wilayah tersebut. Ia menjadikan Kota Yogyakarta sebagai tempat persinggahan sembari mengurus paspor untuk pergi ke Suriah.

"Dia datang ke Jogja itu memang transit dan dia tidak mempunyai tempat tinggal khusus di Jogja," ucap Setyo. 

Informasi terkini kepolisian, Suliono diketahui pernah mengenyam pendidikan sekolah tingkat menengah pertama di Banyuwangi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tingkat sekolah menengah atas di Morowali, Sulawesi Tengah.

(Baca juga: Penyerang Gereja St Lidwina Pernah Berniat ke Suriah)

Lalu, Suliono melanjutkan studinya di salah satu perguruan tinggi di Palu. "Dia ikut kegiatan-kegiatan organisasi keagamaan yang mempunyai akidah yang berbeda pemahamannya. Sehingga dia pulang, kemudian mondok sebentar di Magelang," beber Setyo. 

Setyo melanjutkan, dari kesimpulan sementara,
Suliono merupakan pelaku teror tunggal alias lonewolf. Ia belum terdeteksi berafiliasi dengan kelompok teror tertentu. 

Satu Romo dan tiga jemaat mengalami luka sabetan pedang Suliono, warga Banyuwangi, Jawa Timur. Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih. Korban juga harus menjalani operasi akibat luka di sekujur tubuh. 

(Baca juga: Penyerangan Gereja di Sleman Khianati Pancasila)


 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 26-02-2018