Senjata Polri Diminta Diaudit secara Berkala

Ilham wibowo - 13 Oktober 2017 14:12 wib
Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Abdul Kadir Karding--MI/Mohamad Irfan
Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Abdul Kadir Karding--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding meminta penggunaan senjata oleh jajaran Polri dievaluasi secara berkala. Itu dilakukan guna menghidari penyalahgunaan.

"Polri perlu untuk mengintensifkan evaluasi para anggotanya melalui tes psikologi secara berkala. Evaluasi itu terutama materi assessment bagi anggota Polri yang akan menempati jabatan maupun anggota yang dibekali senjata api," kata Karding, melalui keterangan tertulis, Jumat 13 Oktober 2017.

Persyaratan atas kepemilikan senjata api tersebut penting untuk diperketat. Menurutnya, peristiwa penembakan yang melibatkan sesama anggota Brimob di Blora menjadi contoh perlunya penguatan soal penggunaan senjata.

"Jika senjata api itu disalahgunakan untuk membunuh warga sipil yang tidak melakukan tindak kejahatan, maka sudah seharusnya jajaran kepolisian melakukan evaluasi secara menyeluruh," ujarnya.

Baca: Insiden Blora, Kapolri: Itu Stres karena Utang

Menurut dia, tanpa evaluasi peristiwa serupa dikhawatirkan akan terus terjadi. Perubahan psikologi seorang anggota polisi bisa saja terjadi bila dihadapkan dengan beragam faktor.

"Akan berbahaya jika polisi masih menanggung beban dan masalah secara pribadi, sehingga kontrol harus terus berjalan. Selain itu, perlu dibangun sistem yang mampu mendeteksi sedini mungkin kondisi fisik dan jiwa hingga ke masing-masing personal," kata Sekretaris Jenderal PKB itu.

Hasil evaluasi itu, lanjut Karding, akan menentukan apakah seorang anggota Polri layak dilanjutkan untuk dibekali senjata atau tidak. Menurutnya, anggota dalam kondisi labil dan mudah emosi karena persoalan yang dihadapinya, maka senjata api yang ada padanya harus segera ditarik.  

"Bahkan, Polri perlu untuk menyediakan layanan konseling guna memulihkan anggota tersebut sampai kondisinya bisa benar-benar stabil," ujarnya.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SENJATA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 14-12-2017