KPK Cari Tambahan 'Amunisi' dari Kepolisian

Yogi Bayu Aji - 21 Agustus 2016 08:11 wib
Lambang KPK. MI/Panca Syurkani.
Lambang KPK. MI/Panca Syurkani.

Metrotvnews.com, Sukabumi: Komisi Pemberantasan Korupsi membutuhkan tambahan penyidik untuk menambah daya gedornya dalam membongkar kasus. Lembaga Antikorupsi pun sudah berkomunikasi dengan Kepolisian untuk mencari tambahan 'amunisi' ini.

Kedua pimpinan lembaga sempat bertemu pada Jumat, 19 Agustus kemarin. Saat itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyambangi Kantor KPK di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Saya menceritakan (ke Kapolri), SDM seperti kuantitas penyidik KPK sampai tahun 2016 yang kekurangannya seperti apa, dan untuk tahun 2017 seperti apa," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di sela media gathering di Sukabumi, Sabtu (20/8/2016).

Menurut dia, tambahan penyidik juga tak lepas dari rencana KPk untuk membuka perwakilan di daerah mulai 2017. Penyidik memang berperan penting dalam tubuh lembaga yang berdiri sejak 2003 itu seperti dalam tugas operasi tangkap tangan (OTT).

Saat ini, kata dia, penyidik KPK hanya sekitar 72 orang. Sementara, setidaknya Lembaga Antikorupsi membutuhkan sekitar 200 penyidik.

"Apabila SDM, penyidik, bisa dipenuhi dampaknya OTT juga enggak kendor. Kemudian bisa bangun kasus baru (melalui penyelidikan)," ungkap dia.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menambahkan pemberantasan korupsi akan jauh lebih maksimal dengan dukungan SDM yang memadai. Pasalnya, satu penyidik bisa menangani dua sampai empat perkara secara bersamaan.

"Maka kita harapkan bisa dapat tambahan sekitar 128 penyidik lagi untuk bisa dapatkan personil penyidik 200 orang untuk menutupi tugas-tugas supaya bisa lebih cepat," kata Basaria.

Sementara, pada kunjungan ke KPK Jumat lalu, Tito menyatakan komitmennya untuk mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Dia siap menambah kekuatan SDM KPK serta meningkatkan kerja sama dalam program pemberantasan dan pencegahan korupsi.

"Nanti kirim lagi berapa banyak, seratusan orang di sini mereka nantinya akan bantu KPK tangani korupsi, dan tentu akan terpengaruh budaya organisasi budaya yang baik, perbaiki lagi, menjadi agent of change (ketika kembali ke kepolisian)," papar Tito.

Menurut dia, Polri dan KPK sepakat bersama di garis depan dalam memberantas dan cegah koruspi. Kedua lembaga akan saling melengkapi kekurangan masing-masing. 

"Kemudian diantaranya kelebihan KPK ini selain masalah anggaran kultur yang sudah sangat baik internalnya sekaligus posisi politiknya kuat. Di sisi lain polri ini kelemahannya di bidang anggaran kemudian budaya organisasinya masih yang perlu diperbaiki karena besar dan ketiga kelebihannya polri jaringannya luas sekali sampai ke mana-mana karena SDMnya banyak sekitar 430 ribu,"ujar dia.

Budaya KPK, lanjut dia, akan menjadi manfaat besar untuk kepolisian dalam mempercepat reformasi organisasi dan budaya di tubuh polri. Budaya ini diharap bisa dibawa penyidik polisi setelah selesai bertugas di KPK dan kembali ke Korps Bhayangkara.

"Kita harapkan mereka (penyidik) nantinya menjadi candradimuka karena budaya baik organisasi di sini (KPK). Ketika mereka balik ke polisi menjadi agent of change dan kita akan tempatkan pada posisi-posisi penting yang strategis yang rawan koruspi supaya mereka melakukan perubahan," kata Tito.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KPK-POLRI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017