DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KPK Sita 16 Kendaraan Mewah Bupati Hulu Sungai Tengah

Juven Martua Sitompul - 13 Maret 2018 14:43 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita 16 kendaraan mewah milik Bupati Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Abdul Latif. Diduga kuat, kendaraan yang disita itu berkaitan dengan perkara korupsi yang menjeratnya.
 
"Disita dari tersangka Bupati HST (Abdul Latif) karena diduga terkait dengan tindak pidana," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.
 
Menurut Febri, kendaraan mewah yang disita terdiri dari delapan mobil dan delapan motor. Delapan mobil itu terdiri dari dua mobil merk Rubicon, dua mobil merk Hummer, satu Cadilac Escalade, satu mobil BMW Sport, satu mobil Lexus SUV dan satu unit mobil Velfire.
 
Sedangkan delapan motornya adalah empat motor Harley, satu motor merk BMW, satu motor Ducati dan empat motor trail merk KTM. Ke-16 kendaraan mewah itu dibawa untuk dijadikan bukti tambahan.
 
"Kendaraan dibawa dengan kapal ke Jakarta. Kemarin dibawa ke Jakarta, hari ini mungkin masih dalam perjalanan," pungkas Febri.

Baca: Penahanan Bupati Hulu Sungai Tengah Diperpanjang

KPK sebelumnya menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembangunan RSUD Damanhuri Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah tahun anggaran 2017.
 
Mereka di antaranya, Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latief, Ketua Kamar Dagang Indonesia HuluSungai Tengah Fauzan Rifani, Dirut PT Sugriwa Agung Abdul Basit, dan Dirut PT Menara Agung Donny Winoto.
 
Pada perkara ini KPK menduga ada komitmen fee dalam proyek pembangunan ruang perawatan kelas I, II, VIP, dan Super VIP RSUD Damanhuri, Barabai, sebesar 7,5 persen atau senilai Rp3,6 miliar.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 18-12-2018