Tak Diberikan Uang, Pelaku Bunuh Arsitek

Annisa ayu artanti - 07 Januari 2018 14:48 wib
Pelaku pembunuhan arsitek Feri Firman - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.
Pelaku pembunuhan arsitek Feri Firman - Medcom.id/Annisa Ayu Artanti.

Jakarta: Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Metro Jaya menangkap AM,20, di Perkebunan Kampung Bojong Desa Sukamulih, Sukajaya, Kabupaten Bogor. Dia diduga membunuh 
Feri Firman,50, seorang arsitek di Perumahan Poin Mas Blok A2 Nomor 5, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok.
 
"Latar belakang karena sakit hati dengan ucapan," kata Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Markas Polda Metro Jaya, Minggu, 7 Desember 2017.

Nico mengungkapkan kejadian ini bermula saat AM dan adiknya HK mengunjungi Feri pada Minggu, 10 Desember 2017 sekitar pukul 19.00 WIB. AM datang untuk meminjam uang karena terdesak akan diusir dari kontrakan.

Dalam pembicaraan itu, Feri menawarkan supaya AM dan keluarganya tinggal di rumah korban. Tapi tak terjadi kesepakatan. 

AM lalu mengantar HK pulang. Sekitar pukul 23.00 WIB, AM kembali ke rumah Feri untuk memijat korban. 

Dalam kesempatan itu, AM kembali meminta uang pada Feri untuk membayar kontrakan ibunya. Lagi-lagi, Feri menolak memberikan uang dan menyarankan supaya keluarga AM tinggal di rumahnya. 

Usai memijat, AM tidur di rumah Feri. Pada pagi hari AM kembali meminta uang pada korban, tapi tidak diberikan. 

"Korban mengatakan pelaku hanya bisanya meminta-minta uang saja. Pelaku merasa tersinggung, dan pada saat posisi korban tiduran tertelungkup pelaku keluar kamar dan mengambil gunting dan menusukkannya ke leher korban," beber Nico. 

Nico melanjutkan Feri sempat melawan, tapi AM mengambil kursi dan memukul kepala korban. Usai dibunuh, jenazah Feri ditemukan, saat penyelidikan awal Feri disebut bunuh diri. 

Tapi, polisi curiga. Sebab, ditemukan bercak darah di sejumlah tempat. 

"Lalu tim DVI menduga adanya tusukan di leher sebelah kanan. Hasil olah TKP kami juga menemukan gunting." beber dia.

Nico melanjutkan usai membunuh Feri, AM kabur ke sebuah desa di Bogor. Tapi kemudian ditangkap pada 6 Januari 2018. 

Akibat perbuatannya AM disangka melanggar Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan pidana penjara paling lambat 20 tahun.
 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PEMBUNUHAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-01-2018