WNA Penyelundup Sabu Mengaku tak Tahu Membawa Narkoba

Muhammad Al Hasan - 13 Februari 2018 09:40 wib
Persidangan kasus penyelundupan satu ton sabu ke Anyer - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Persidangan kasus penyelundupan satu ton sabu ke Anyer - Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

Jakarta: Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali melanjutkan persidangan penyelundupan sabu satu ton yang tertangkap di Anyer, Banten. Dalam persidangan terdakwa yang seluruhnya warga negara asing dari Taiwan itu, mengaku tidak mengetahui membawa narkotika. 

Tsai Cih Hung,56, kapten kapal; Juang Jin Sheng, 42, ABK; Sun Kuo Tai,36, buruh; Sun Chih Feng,39, mekanik; dan Kao Chun Yuan,43, mekanik dalam keterangannya yang diterjemahkan oleh alih bahasa mengaku sebelum mulai berlayar mereka dijanjikan pekerjaan untuk mengangkut barang produk pertanian.

"Setelah itu mereka mulai berlayar dari pelabuhan Kaohsiong di Taiwan. Mereka berlayar dengan menggunakan Kapal Ferry bernama Wonderlust," kata terdakwa diterjemahkan alih bahasa di PN Jaksel, Senin, 12 Februari 2018. 

Para terdakwa mengaku saat mulai berlayar, kapal dalam keadaan kosong. Selanjutnya mereka berlayar selama dua minggu menuju Singapura, dan berganti kapten di sana. 
 
"Tsai Cih Cung mengambil alih kemudi kapten kapal dari Singapura," tambah alih bahasa. 

Adapun selama berada di perairan Melaka, terdakwa mengaku ada kapal kayu yang menyenggol kapal mereka. Kemudian, di sana kapal mereka mulai dimuat.

"Mereka mengira sebagai produk pertanian," tutur dia. 

Tsai Cih Cung mengaku tidak mengetahui arah tujuan kapal. Dia hanya disuruh mengemudikan kapal mengikuti komando seseorang melalui telepon. 

"Pada akhirnya menuntun berlayar memutar pulau Sumatera dari Melaka," kata Tsai Cih Cung. 

(Baca juga: Penyelundupan 1 Ton Sabu dari Taiwan Gunakan Kapal Laut)

Selama pelayaran, ia memutar kapal ke ujung Aceh, melewati Sabang, Pulau Weh hingga menyusuri pantai barat Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. 

Selanjutnya setelah masuk ke Selat Sunda dan tiba di perairan Jawa, para terdakwa menurunkan barang dari kapal ke perahu karet. "Dari sana sudah ada sejumlah orang yang menunggu dengan perahu karet untuk membawa barang ke tepi pantai," tambah dia.

Setelah menurunkan barang, mereka kembali berlayar menuju Singapura melalui Melaka. 

Kesaksian para terdakwa diragukan Hakim Effendi Muchtar. Menurut hakim, rute yang ditempuh janggal.

Sebab, jalur tersebut terkenal dengan gelombang yang tinggi sehingga jarang dijadikan jalur umum pelayaran. Menurut Effendi rute yang lebih jauh akan menambah ongkos sehingga tidak masuk logika, karena sewajarnya kapal dari Melaka akan turun langsung ke selatan bila hendak ke Anyer.

(Baca juga: Sabu 1 Ton di Banten Senilai Rp1,5 Triliun)

Sebelumnya, Polda Metro Jaya membongkar penyelundupan satu ton sabu dari Taiwan ke Indonesia. Sabu diselundupkan memakai perahu karet ke Anyer, Banten pada 13 Juli 2017. 

Satu tersangka bernama Lin Ming Hui tewas ditembak. Dia melakukan perlawanan ketika disergap polisi. 

Sementara tersangka lain menjalani proses hukum. Mereka adalah Tsai Cih Hung,56, kapten kapal; Juang Jin Sheng,42, ABK, Sun Kuo Tai,36, buruh; Sun Chih Feng,39, mekanik; dan Kao Chun Yuan,43, mekanik; Hsu Yong Li; Liao Guan Yu; dan Chen Wei Quan.




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 26-02-2018