Kasus Kebocoran Pipa Pertamina Masih Diinvestigasi

Whisnu Mardiansyah - 15 April 2018 14:32 wib
Wakapolri Komjen Syafruddin/MI/Susanto
Wakapolri Komjen Syafruddin/MI/Susanto

Jakarta: Tim gabungan lintas kementerian/lembaga masih menginvestigasi kebocoran pipa Pertamina di Balikpapan. Wakapolri Komjen Syafruddin menyebut bukan tak mungkin ada unsur pidana pada insiden itu.

"Kalau ada unsur-unsur pelanggaran hukum Polri menindaklanjuti sampai ke pengadilan. Kalau itu (pidana) pasti ada," kata Syafruddin di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu, 15 April 2018.

Baca: Pertamina Siapkan Pengganti Pipa Bawah Laut yang Putus

Polri belum memastikan siapa pihak yang paling bertanggung jawab. Tim gabungan masih menyelidiki masalah teknis kebocoran.

"Investigasi nanti akan ketemu yang bertanggung jawab siapa," tegas dia.

Baca: Pertamina Tambah Zona Verifikasi Dampak Ceceran Minyak di Balikpapan

PT Pertamina mengakui tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, berasal dari pipa milik perusahaan tersebut. Tumpahan minyak mengakibatkan kebakaran di perairan Teluk Balikpapan. Lima orang tewas dalam kejadian tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada 31 Maret 2018. Api berkobar di perairan. Asap hitam mengepul dan membumbung ke udara.

General Manager PT Pertamina RU V Kalimantan Togar mengakui tumpahan minyak berasal dari pipa perusahaan tersebut. Pipa berlokasi di bawah air. Pipa patah dan bergeser hingga 100 meter.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERTAMINA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 25-04-2018