Saat Mantan Tahanan Dukung Keberadaan KPK

Budi Warsito - 13 September 2017 10:53 wib
Ilustrasi KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Persoalan internal mendera Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komisi antirasuah pun dicecar kredibilitasnya oleh anggota dewan.

Mantan anggota DPR RI yang pernah dipenjarakan KPK, Wa Ode Nurhayati angkat bicara menyikapi beragam persoalan tersebut.

"Saya jadi tahanan dengan sejuta tanda tanya yang tak terjawab hingga kini. Tapi saya harus jujur mengakui bahwa KPK penting, bahkan sangat penting bagi masa depan pemberantasan korupsi di negeri yang kita cintai ini," kata Wa Ode Nurhayati di Jakarta, Selasa 12 September 2017.

(Klik: DPR Disebut Sengaja Cari Kesalahan KPK)

Wa Ode pernah berurusan dengan KPK terkait kasus suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dan pencucian uang. Kasus yang menyandung Wa Ode berujung vonis 6 tahun penjara.

Walau demikian, Wa Ode merasakan proses hukum yang baik selama berurusan dengan KPK. Mantan Politikus PAN ini bahkan memuji kinerja lembaga antikorupsi tersebut.

"Saya merasakan perlakuan yang baik, manusiawi, dan bersih dari pungli dan sejenisnya selama menjadi tahanan KPK. Perlakuan sama tanpa pandang bulu, antara pejabat dan bukan pejabat," tegasnya.


Wa Ode Nurhayati yang dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dalam kasus suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID). Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Dia mengakui ada oknum internal yang dapat merusak nama baik KPK. Tapi, Wa Ode enggan mengungkap siapa oknum tersebut. Dia hanya meminta KPK terus berbenah diri, agar pemberantasan korupsi berjalan baik.   
"Jadi menurut saya, guncangan di KPK hari ini seperti anak yang mau pintar. Dan sebagai lembaga yang didambakan publik tentu KPK penting berbenah. Besar doa dan harapan saya, dosa oknum tertentu di KPK jangan sampai merusak lembaga itu," tandasnya.

(Baca: KPK Bantah Ada Perpecahan)

KPK saat ini banyak disorot karena pusaran konflik di dalam tubuhnya. Direktur Penyidik KPK, Brigjen Aris Budiman melaporkan Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya pada 21 Agustus lalu, atas tuduhan pencemaran nama baik.

Aris tak terima tindakan Novel yang melayangkan protes lewat surel soal kebijakannya menerima penyidik berpangkat kompol dari kepolisian. Aris merasa integritasnya dilecehkan.

Sementara saat ini, Novel Baswedan sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura setelah menjadi sasaran penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal beberapa bulan lalu. Dalam wawancara dengan Metro TV, Novel mengungkap ada "polisi berbintang" di balik serangan ke dirinya.

(Baca: Pimpinan KPK Masih Evaluasi Hasil Penelitian Pengawas Internal)


 


(SUR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 22-09-2017