Kuda yang Dilaporkan Presiden Menjadi Milik Negara

Media Indonesia - 13 Oktober 2017 07:42 wib
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono--MI/ROMMY PUJIANTO
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono--MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuda hasil pemberian warga yang dilaporkan Presiden Joko Widodo kepada KPK sudah ditetapkan sebagai milik negara. Kuda senilai Rp70 juta itu diberikan warga saat Jokowi menghadiri Festival Sandalwood pertengahan Juli 2017 lalu.

Sebelumnya, Jokowi melaporkan pemberian kuda jenis sandalwood yang merupakan pemberian warga Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua kuda jantan sandalwood itu berusia tujuh tahun. Kuda itu diantar ke Istana Bogor oleh Satpol PP Kabupaten Sumba Barat dan seorang dokter hewan. "Sudah. Milik negara dan direkomendasikan dirawat oleh negara," kata Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono, Kamis 13 Oktober 2017.

Baca: Jokowi Serahkan 2 Kuda Sumba ke KPK

Kuda jenis sandalwood itu milik seorang pemuda asal Kecamatan Bondo Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, bernama Ama Rihi. Ia mengaku bangga kuda blesnya ditunggangi Jokowi pada saat mengikuti Parade 1.001 Kuda di Sumba Barat Daya, Rabu 12 Agustus 2017.

Kuda hitam miliknya itu diberikan kepada Jokowi secara cuma-cuma dan merupakan suatu penghargaan dari masyarakat Sumba Barat Daya atas kehadiran Presiden ke Pulau Sumba untuk pertama kalinya.

"Ini kuda kedua saya yang ditunggangi orang besar di negara ini. Saya bangga kuda saya ditunggangi dan sebagai kado untuk Jokowi. Dahulu kudanya pernah ditunggangi Prabowo saat berkunjung ke Sumba," ujar Ama Rihi.

Baca: Presiden Jokowi Laporkan Barang Gratifikasi dari Perusahaan Minyak Rusia

Dalam kunjungan itu, selain kuda, Jokowi juga dihadiahi parang. Kuda dan parang merupakan lambang dukungan masyarakat Sumba kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia.

"Kami memberikan hadiah kuda dan parang kepada Presiden sebagai lambang kesatria dan kami juga meminta Presiden menjadi rato (sesepuh Sumba)," ujar Markus di lapangan Galu Tama Sumba Barat Daya, Rabu 12 Agustus 2017.

Markus menjelaskan hadiah kuda yang diberikan kepada Jokowi merupakan lambang kesatria bagi pria Sumba. Parang ialah tanda kemenangan dalam perang bagi pria Sumba. "Dengan lambang kesatria dari kuda dan parang, Presiden tetap semangat dalam memimpin bangsa ini dan terus bekerja dan memerhatikan masyarakat yang membutuhkan perubahan."


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PRESIDEN JOKOWI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017