KPK Diminta tak Berhenti di Fredrich dan Bimanesh

Media Indonesia - 13 Januari 2018 06:00 wib
Mantan Ketua MK Mahfud MD -- ANT/Syaiful Arif
Mantan Ketua MK Mahfud MD -- ANT/Syaiful Arif

Jakarta: Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar menindak semua orang yang diduga merintangi proses penegakan hukum terhadap terdakwa kasus korupsi KTP elektronik, Setya Novanto. Tindakan hukum tak boleh berhenti hanya pada pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo.

Fredrich dan Bimanesh sudah ditetapkan sebagai tersangka karena diduga bersekongkol memalsukan rekam medis agar Novanto dirawat inap di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, untuk menghindari pemeriksaan KPK.

KPK juga telah memeriksa bekas kontributor Metro TV Hilman Mattauch, ajudan Novanto, Reza Pahlevi, dan advokat Achmad Rudyansyah. Hilman menjadi sopir dalam kecelakaan yang mengakibatkan Novanto dilarikan ke RS Permata Hijau.

"Mereka yang terlibat dalam upaya merintangi proses hukum harus diperiksa, dihukum agar ke depan tidak lagi ada orang yang mempermainkan hukum. Semua harus diperiksa, ya dokter, pengurus rumah sakit, pengacara, sopir, bahkan penjaga rumah pun harus diperiksa," tegas Mahfud di Yogyakarta, kemarin.

Ditegaskannya, KPK bisa menindak mereka. Jika terbukti bersalah, ancaman hukumannya pun tak main-main, yakni minimal 3 tahun dan maksimal 12 tahun.

Menurut pakar hukum tata negara itu, Fredrich tidak bisa berlindung di balik kode etik profesi. Fredrich sedianya menjalani pemeriksaan di KPK pada Jumat, 12 Januari 2018, tetapi dia tidak hadir.

Baca: Fredrich Langsung Diperiksa KPK

Namun, KPK mengambil tindakan tegas terhadap mantan pengacara Novanto itu. Sekitar pukul 21.00 WIB, tim KPK bergerak untuk mencari Fredrich. 

Akhirnya, Fredrich tertangkap KPK di sekitar bilangan Jakarta Selatan. Ia juga telah tiba di markas Komisi Antirasuah itu pada Sabtu, 13 Januari 2018 dan langsung diperiksa oleh penyidik. 

Sementara itu, Bimanesh yang memenuhi panggilan KPK pada Jumat kemarin langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan. Bimanesh ditahan di Rumah Tahanan Guntur untuk 20 hari ke depan. 

Terpisah, Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan izin RS Medika Permata Hijau bisa dicabut apabila terbukti menghalang-halangi penyidikan. "Jika dibuktikan betul dia kriminal, kalau hukumannya dari kami cabut izin." ungkap Nila.

Menkes masih menunggu proses hukum hingga menghasilkan keputusan ada tidaknya rekayasa dalam penanganan medis Novanto.

"Kalau memang dalam hal ini ada kesalahan, ya, kalau rumah sakit dari kami ada teguran pertama, kedua, sampai pidana. Bisa sampai cabut izin," ucap Nila. (Media Indonesia)




(DMR)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-01-2018